Jumlah Pemohon Perceraian di Brebes Melonjak Pascalebaran

Header illustration

BREBES – Seolah menjadi trend tahunan, setiap lebaran usai, Pengadilan Agama (PA) kelas IA Brebes selalu ramai dengan pasangan suami istri yang ingin bercerai. Membludaknya permohonan tersebut di antaranya mereka yang mendaftar perceraian baik talak maupun gugat. Termasuk juga yang melakukan pengambilan akta cerai.

Membludaknya para pemohon cerai tersebut mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin 25 Juni 2018. Hal ini menyebabkan petugas mengalami kerepotan, meski bagian lain sudah dikerahkan untuk menangani kondisi tersebut.

Ketua PA Brebes, Abdul Basyir mengatakan, ada 200 orang yang mengambil akta cerai dan 100 orang yang mendaftar untuk bercerai. “Kemarin Senin pelayanan sampai Magrib, karena saking banyaknya, dan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mereka,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 26 Juni 2018.

Sebagai bentuk pelayanan yang optimal, Basyir menerangkan, saat situasi membludak seperti itu, maka ada tiga majelis atau ruang sidang yang dibuka. Hasilnya, 100 kasus perhari bisa disidangkan.

Menurut Basyir, meningkatnya pemohon cerai disebabkan oleh situasi lebaran, dimana mereka sedang berada di kampung halamannya​. “Kalau lebaran, pasti pada mudik, yang pasti sudah mengantongi uang untuk administrasinya,” tuturnya.

Banyaknya pasangan yang melakukan perceraian disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), adanya pria maupun wanita idaman lain. “Ada juga istri yang kerja, suami nganggur, itu jelas tekanan ekonomi, akhirnya bercerai,” jelas Basyir.

Dari sekian banyak alasan perceraian, Basyir mengatakan, mayoritas karena faktor tekanan ekonomi.

Meskipun banyak yang bercerai pasca lebaran, tapi tahun ini angka perceraian di Brebes mengalami penurunan. “Tahun ini menurun, karena rata rata 400 kasus per bulan, sedangkan tahun lalu mencapai 500 kasus per bulan, bisa dijumlahkan setahun mencapai 6.000 kasus,” pungkas Basyir.

panturanews. com
Sudah dilihat 52 kali

Komentar