Jembatan Tanggoli Dibongkar Lalu Ditinggalkan Pemborong

Img 20171005 195413
Jembatan2
Jembatan Tanggoli Dibongkar Lalu Ditinggalkan Pemborong

Kab Bekasi - Jembatan Tanggoli yang berada di kampung Klender Rt02 Rw01 perbatasan di antara dua desa, desa Karangmukti dengan desa Karangsatu, Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi dibongkar kontraktor lalu ditinggalkan.

Dibongkarnya jembatan penghubung dua desa tersebut dikabarkan akibat salah lokasi proyek perbaikan atau perawatan, yang seharusnya berlokasi di Kampung Klender Rt01 Rw01, kesalahan ini mengakibatkan akses jalan penghubung diantara dua desa menjadi terputus, dan ditinggalkan begitu sajah oleh pihak kontraktor.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Taih Minarno angkat bicara soal pembongkaran Jembatan Tanggoli yang ditinggalkan kontraktor tanpa ada kejelasan untuk kelanjutan pembangunannya.

“Itu tak boleh pengerjaanya setengah-setengah. Apalagi sampai ditelantarkan dengan alasan salah titik perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Terang Taih, bagaimanapun juga Jembatan Tanggoli adalah aset daerah yang pembangunanya dibangun untuk akses penghubung dua desa dan dibangun pakai dana APBD. Jadi, kalaupun ada alasan karena salah titik, kenapa tidak menanyakan SPK-nya dulu pada dinas yang memberi pekerjaannya.

Jelas dia, keberadaan Jembatan Tanggoli yang dibongkar akan disidak tetapi harus menunggu selesai pembahasan Pansus. Apalagi jembatan yang dibangun itu sebelum dibongkar masih disebut masih layak untuk dilalui kendaraan.

“Itu namanya masuk ke perusakan aset dan bisa dipidana pemborong yang sudah membongkar tanpa diperbaiki lagi jembatannya,” tegasnya.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Yudi Darmansyah bin Sarbini berang terkait lantaran Jembatan yang di bongkar pihak pemborong justru tidak ada kelanjutannya lagi dan di biarkan telantar tanpa ada kejelasan. Tentunya ini membuat akses jalan masyarakat jadi terganggu bahkan memberi ketidaknyamanan.

“Dinas PUPR harus tegas terhadap rekanan kontraktor (Pemborong) yang sudah membongkar jembatan Tanggoli tanpa ada kelanjutannya,” tegasnya.

Sambungnya, ada dugaan dengar dengar ada kesalahan titik perencanaan. Yang seharusnya dilaksanakan di tempat lain tetapi yang di bongkar malah jembatan itu. Dan kalau menurutnya salah titik dan yang membongkar itu tidak mau bertanggung jawab terhadap jembatan yang menjadi aset negara bisa di kenakan sanksi pidana.

https://faktabekasi.com/diduga-aset-milik-negara-dihilangkan-pemborong/
http://poskotanews.com/2017/10/12/pembangunan-jembatan-di-kabupaten-bekasi-ditinggal-kontraktor/

Komentar