JATAM Sulteng : Selamatkan Danau Tiu Dari Industri Ekstraktif Pertambangan

68409 medium post 72571 f9afb3f4 0803 4763 880f 19c34811a28e 2019 07 31t13 52 55.206 08 00 68410 medium post 72571 d6dd780b 71e7 49e3 b7ad c97a1a03c839 2019 07 31t13 53 09.925 08 00
JATAM Sulteng melakukan aksi damai di depan Polda Sulteng (31/7/19), terkait pencemaran danau Tiu akibat Industri Ekstraktif Pertambangan.

Sejak tercemarnya danau tiu dengan lumpur, di Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara, karena aktivitas beberapa perusahaan tambang di wilayah hulu. Maka keberadaan danau tiu saat ini sebagai destinasi wisata yang mempunyai keindahan alam di kabupaten morowali utara, keberadaannya sedang terancam. Bahkan, pencemaran danau ini juga mengakibatkan ancaman akan hilangnya mata pencaharian masyarakat di tiga desa di antaranya desa Tiu, Desa Tontowea dan Desa Marale yang seharinya-harinya berprofesi sebagai nelayan tradisional di danau tiu.

Berdasarkan fakta di atas JATAM Sulteng meminta kepada :

1. Polda Sulawesi Tengah Untuk mengusut Tuntas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di danau tiu, yang mengakibatkan danau tiu tercemar dengan lumpur.

2. Meminta kepada Ketua Komisi III DPRD provinsi sulawei tengah untuk segera membentuk (POKJA) kelompok kerja atas pencemaran yang diduga dilakukan oleh perusahaan tambang di danau tiu dan memanggil instansi terkait untuk mengevaluasi semua izin-izin tambang yang ada di provinsi sulawesi tengah.
Sudah dilihat 40 kali

Komentar