JATAM Sulteng: Melawan Tembok Jepang Dengan Mangrove.

17 February 2019, 15:17 WIB
4 1 309
Gambar untuk JATAM Sulteng: Melawan Tembok Jepang Dengan Mangrove.
Minggu (17/2), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah bersama Pegiat mangrove Nggoneganti Kelurahan Kabonga Besar, Kabupaten Donggala melakukan diskusi mengenai upaya untuk mendorong perbaikan pesisir teluk Palu, melalui pelestarian hutan mangrove.

Menurut Alkiyat (Advokasi dan Kampanye-Jatam Sulteng) Bahwa upaya pelestarian hutan mangrove jika dilakukan secara serius dan berkelanjutan, bukan saja berdampak pada perbaikan pesisir secara pernanen, murah serta berbasis resiko pasca bencana, Juga merupakan langkah konkret dalam kerja penyadartahuan kepada masyarakat lingkar tambang yang bermukim di sepanjang pesisir teluk Palu, bahwa ada harapan lahirnya ekonomi alternatif yang berbasis potensi lokal non tambang.

"Kalau di Jepang, mereka mengantisipasi Tsunami dengan membangun tembok besar. Disini kami menggunakan cara yang lebih alami dan ramah lingkungan, cukup tanam dan lestarikan Mangrove", Sambung Alkiyat.

Kedepannya, Jatam Sulteng bersama komunitas pegiat hutan mangrove itu, akan mendorong terbentuknya Pusat Informasi Mangrove teluk Palu.

  1 Komentar untuk JATAM Sulteng: Melawan Tembok Jepang Dengan Mangrove.

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar