Jasad Nelayan Brondong Terbawa Arus Hingga Sumenep

Header illustration
Dikenali dari kaos yang dikenakan, jasad Rozianto, nelayan RT 03 RW 07 Kelurahan Brondong Lamongan yang terpeleset dan tenggelam saat menarik jaring akhirnya berhasil dibawa pulang.
Ini setelah pria berusia 35 tahun ini ditemukan di Pelabuhan Banraas Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek Semenep, Minggu (12/2/2017).
Korban adalah nelayan yang saat kejadian pada Senin (6/2/2017) sekitar pukul 04.30 WIB sedang berangkat melaut bersama Agus Hermawan dengan perahu klotok dari TPI Brondong dengan tujuan perairan Kandangsemangkon, radius 3 mil dari pantai.
Kemudian pada pukul 05.30 WIB keduanya tiba di perairan yg dituju. Keduanya langsung menebar jaring di perairan tersebut.
Setelah selesai menebar jaring, sekitar pukul 07.30 WIB, Rozianto bersama Bagus memulai menarik jaring dengan mesin.
Saat itu tiba - tiba cuaca buruk dibarengi ombak besar dan arus kencang.
Diluar dugaan tali penarik jaring putus dan menghantam muka Rozianto yang mengakibatkan korban jatuh di laut dan tenggelam.
Mengetahui kejadian, saksi Bagus Hermawan langsung mengambil alih kemudi dan berusaha untuk menolong korban
Ditunggu hingga beberapa saat, korban tidak juga muncul ke permukaan.
Kemudian dilanjutkan pencarian kearah timur sampai ke perairan Weru Paciran sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, hingga waktu pencarian 3 jam berlalu.
Tak berhasil menemukan korban, Bagus memutuskan untuk kembali ke TPI Brondong dan melaporkan ke Kantor Rukun Nelayan Brondong di teruskan Satpolair Polres Lamongan.
Dan didapati informasi ada penemuan mayat dengan ciri - ciri mengenakan kaos warna biru tua lengan panjang bertuliskan, Anugrah Baru Brondong.

Komentar