Jangan Sampai Salah Turun, Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah

30 November 2019, 16:35 WIB
3 0 161
Jangan Sampai Salah Turun, Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah

sumber : krjogja.com

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 per 1 Desember 2019. Hal tersebut berdampak pada perubahan nama empat stasiun.

Korporat Deputi Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Heri Siswanto mengatakan, perubahan nama stasiun terjadi di DAOP 7 dan DAOP 9. Perubahan nama berdasarkan usulan dari masing-masing DAOP.

Stasiun kereta api pertama yang berubah namanya, yakni Stasiun Barat. Nantinya nama baru Stasiun Barat yakni Stasiun Magetan (MAG).

"Stasiun Barat ini satu-satunya stasiun di Magetan. Bupati sudah bersurat ke Pak Dirut untuk adanya perubahan nama," kata dia, dalam keterangannya, Senin (25/11/2019).

Selain itu, stasiun Paron pun berubah nama menjadi Stasiun Ngawi (NGW). Masyarakat diharapkan dapat memerhatikan nama-nama stasiun baru ini.

"Ini penting, nantinya ke masyarakat. Nantinya ketika melihat lokasi untuk KA ada perubahan. Yang biasanya turun di Barat jadi Magetan. Ini tidak ada stasiun Barat berubah ke Magetan," tutur dia.

Untuk DAOP 9 perubahan juga terjadi di dua stasiun kereta api. Adapun Stasiun Karangasem berubah nama menjadi stasiun Banyuwangi Kota (BWI). Sementara Stasiun Banyuwangi Baru menjadi Stasiun Ketapang (KTG).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) akan memodernisasi lokomotif dan genset yang ramah lingkungan. Saat ini, setidaknya ada 36 unit lokomotif yang sudah dipesan untuk menggantikan lokomotif yang usianya sudah di atas 30 tahun.

Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo dalam keterangannya mengatakan, ‎KAI berkomitmen membangun industri transportasi yang sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan bakar yang minim emisi.

Yang sudah dilakukan KAI saat ini, yaitu melalui pencampuran biodiesel 20 persen (B20). Upaya ini juga sesuai dengan program pemerintah.

"Green energy ready. Artinya teknologinya sudah siap B20 sesuai program pemerintah. Kereta kita akan kita modernisasi. Ke depan kereta kita enggak ada lokomotifnya (terpisah-pisah), sudah tersambung. Kita ke depan green energy kita ganti genset," kata Didiek, di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Sementara itu, Direktur Utama KAI‎ Edi Sukomoro mengungkapkan pembelian lokomotif tersebut merupakan bagian dari program penggantian kereta yang usianya sudah di atas 30 tahun. Jumlahnya mencapai 672 unit di seluruh Indonesia.

Penggantian kereta tersebut dilakukan bertahap. Sebelumnya sudah ada 300 kereta yang selesai dipesan. KAI pun telah menerbitkan obligasi dengan target Rp 2 triliun. Porsi peremajaan kereta tersebut dari obligasi tahap ke II 2019 sebesar Rp 800 miliar.

‎"Kita berharap dalam obligasi ini yang kedua kalinya nanti akan digunakan untuk meremajakan kereta-kereta yang memang usianya sudah 30 tahun ke atas," katanya.(*)

  Komentar untuk Jangan Sampai Salah Turun, Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  4. 2
    Komentar