Jangan Samakan Gondok Dengan Gondongan!

29350 medium post 38405 14ee1ad0 d9dd 4403 b1d6 fa357c3b23db 2018 08 02t11 52 11.224 07 00
Istilah gondok dan gondongan mungkin sering terdengar di telinga kalian ya Atmaguys. Namun, apakah kedua istilah ini memiliki arti yang sama dan dapat diterapkan pada semua pembengkakan di leher? Ternyata banyak pemahaman kita yang keliru bahwa segala macam pembengkakan atau benjolan di daerah leher disebut gondok atau gondongan. Kedua istilah ini memang terdengar hampir serupa tapi sebenarnya memiliki arti yang beda jauh.

Secara sederhana, baik gondok dan gondongan merupakan dua penyakit yang menyerang jaringan dan kelenjar yang berbeda.

Gondok atau struma disebabkan oleh kelainan pada kelenjar tiroid. Penyakit gondok juga dapat disebabkan oleh kurangnya kadar Yodium dalam tubuh. Di dalam tubuh, kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur sistem metabolisme dan keseimbangan hormon. Kelainan yang dimaksud bisa berupa hipotiroid (aktivitas kelenjar tiroid menurun) atau hipertiroid (aktivitas kelenjar tiroid meningkat atau terlalu aktif).

Sedangkan gondongan adalah pembengkakan pada kelenjar liur, yaitu kelenjar parotis, akibat infeksi virus. Gondongan juga dikenal dengan sebutan mumps.

Bagaimana Cara Membedakan Gondok dan Gondongan?

Gondok dan gondongan sama-sama menimbulkan gejala berupa pembengkakan di daerah leher. Namun, ada beberapa perbedaan gejala lain yang harus diperhatikan.

Pada hampir sebagian besar kasus, penderita penyakit gondok tidak akan merasakan gejala apapun kecuali adanya benjolan di leher. Namun pada kasus yang parah, gejala seperti batuk-batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah menelan, dan kesulitan bernapas dapat dirasakan oleh pasien.


Pada kondisi hipotiroid, gejala dapat berupa:

- Lemas
- Kenaikan berat badan dengan nafsu makan yang menurun
- Tidak tahan dingin
- Kulit kering dan rambut rontok
- Perasaan mengantuk terus menerus
- Sembelit (susah buang air besar)
- Emosi tidak stabil dan sering lupa
- Fungsi penglihatan dan pendengaran menurun

Pada kondisi hipertiroid, gejala berkebalikan dengan hipotirod, yaitu:

- Penurunan berat badan
- Tidak tahan panas
- Perasaan cemas
- Sering merasa deg-degan
- Tremor (getaran anggota tubuh tanpa disadari, biasanya paling jelas terlihat pada tangan)
- Hiperaktif

Pada gondok, untuk mengetahui apakah ditemukan kondisi hipotiroid atau hipertiroid, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid. Gondok membutuhkan penanganan medis, mulai dari minum obat sampai dengan tindakan operasi. Gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Sedangkan pada gondongan, pembengkakan pada leher biasanya terasa nyeri dan teraba panas akibat proses peradangan. Gejala-gejala lainnya antara lain:

- Demam
- Lemas
- Sakit kepala
- Nyeri pada telinga yang tambah parah saat mengunyah atau bicara
- Bengkak pada daerah sudut rahang

Pada gondongan, gejala biasanya akan menghilang sepenuhnya dan pulih kembali dalam waktu satu minggu. Penanganan medis tetap diperlukan, tapi hanya untuk membantu meredakan gejala. Ini karena infeksi akibat virus biasanya sembuh sendiri dalam waktu lima hingga tujuh hari.

Gondok dan gondongan hanyalah dua di antara sekian penyakit yang sering ditemukan dan dikenal masyarakat. Banyak sekali kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan pembengkakan atau benjolan di area leher, beberapa contoh adalah pembengkakan kelenjar getah bening, kista, tumor, atau abses (penumpukan nanah).

Karena itu, untuk mendapatkan diagnosis pastinya, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda menangani kondisi dengan pengobatan dan anjuran perawatan diri tertentu. Semakin cepat penyakit dideteksi, kemungkinan sembuhnya pun lebih baik.

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/beda-gondok-dan-gondongan/

http://bliherbal.com/perbedaan-gondok-dan-gondongan/

http://www.sehatfresh.com/ketahui-perbedaan-penyakit-gondok-dan-gondongan/

https://www.alodokter.com/penyakit-gondok
Sudah dilihat 67 kali

Komentar