Jangan Baca Tulisan Ini!

68976 medium yuyy
Sudah saya bilang, jangan membaca tulisan ini. Tulisan ini akan membuat kamu bersemangat membaca. Kalau tidak percaya, jangan terus membaca. Membaca itu penting. Saking penting, seorang ilmuan asal Denmark yang bernama Thomas V. Bartholin mengatakan, “Tanpa buku Tuhan dia, keadilan terbenam, ilmu pengetahuan macet, filsafat lumpuh. Sastra bisu dan segalanya diselimuti kegelapan.” Jadi tanpa buku yang dibaca, dunia tidak akan terang benderang seperti hari ini. Tanpa buku, ilmu pengetahuan tidak dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Lalu apakah kita telah menyukai buku? Apakah kita memiliki minat yang tinggi untuk membaca?

Jika kita kita mampu melakukan hal-hal berikut ini, maka jawaban untuk pertanyaan diatas adalah “Ya”.

1. Membaca sebagai kegemaran, hobi atau kesenangan bukan beban
Membaca tak hanya ketika mendapat tugas. Kita membaca karena kita senang dan merasa terhibur. Saking senangnya, maka kitapun menyisihkan uang bulanan kita untuk belanja buku.

2. Membaca sebagai kebiasaan
Jika kita membiasakan membaca maka kita akan haus akan ilmu pengetahuan. Dimanapun kita berada, teman terbaik kita adalah buku. Perpustakaan dan toko buku akan menjadi taman terindah untuk kita.

3. Membaca sebagai karakter
Kebiasaan membaca akan menjadika kita manusia berkarakter pembelajar. Kita terus belajar dan belajar dari buku-buku yang kita baca.

4. Membaca sebagai budaya
Budaya membaca kita dimulai dari rumah, dimulai dari orang tua dan dimulai dari diri sendiri.

Bagaimana. Masih mau melanjutkan untuk membaca tulisan ini? Sebagai bahan renungan mari kita pahami puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul Kupu-kupu di dalam Buku.

Kupu-kupu di dalam Buku

Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,
di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,
kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,
di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku
dan cahaya lampunya terang benderang,
kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika bertandang di sebuah toko,
warna-warni produk yang dipajang terbentang,
orang-orang memborong itu barang
dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran,
dan aku bertanya di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika singgah di sebuah rumah,
kulihat ada anak kecil bertanya pada mamanya,
dan mamanya tak bisa menjawab keinginan-tahu puterinya,
kemudian katanya,
“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,
yang tahu tentang kupu-kupu,”
dan aku bertanya di rumah negeri mana gerangan aku sekarang,

Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,
di setasiun bis dan ruang tunggu kereta-api negeri ini buku dibaca,
di perpustakaan perguruan, kota dan desa buku dibaca,
di tempat penjualan buku laris dibeli,
dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu
tidak berselimut debu
karena memang dibaca.

Itulah sekilas tentang pentingnya membaca. Kamu boleh tak menyukai tulisan ini, tapi kamu harus terus membaca. Semoga bermanfaat! #atmaGobanten #pengembangandiri



Sudah dilihat 109 kali

Komentar