"JAJE SODE" PENGENJEK TERKESAN MATI SURI

3 February 2019, 7:43
2 4 362
Gambar untuk "JAJE SODE" PENGENJEK TERKESAN MATI SURI
Pengenjek (03/02/2019) - Di era tahun 80an kerupuk (jaje sode) di desa Pengenjek kecamatan Jonggat mendominasi pasar tradisional sebagai kebutuhan sehari-hari yang dijual belikan oleh sebagian pedagang di wilayah kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah. Sehingga sebutan desa Pengenjek sebagai daerah sentra "jaje sode" terkenal hingga di luar kabupaten bahkan tidak sedikit keluarga yang berada di daerah rantauan seperti di Kalimantan dan Sulawesi minta dikirimkan paket walaupun hanya sekedar kerupuk "jaje sode". Selain rasanya yang enak, cara pembuatannya pun masih menggunakan cara tradisional dengan mengedepankan kearifan lokal yang saat ini sudah luntur di masyarakat. Prinsip gotong royong dan kekeluargaan memberikan andil yang besar bagi pengrajin sehingga usaha rumah tangga ini cepat berkembang saat itu.

Seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, maka para pengrajin "jaje sode" tidak mampu bersaing dengan produk yang sejenis dengan menampilkan kreasi dan inovasi pada rasa, warna dan rupa yang berbeda. Hal ini mengakibatkan persaingan di dunia usaha kerupuk semakin ketat sehingga berdampak pada menurunnya pengrajin "jaje sode" di desa Pengenjek dan sebagian dari mereka memilih profesi yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tetapi ada juga yang tetap memilih sebagai pengrajin "jaje sode" karena mereka mengganggap selain biaya produksi cukup murah juga sebagai langkah awal untuk menjaga kearifan lokal sebagai warisan nenek moyang mereka.

Inaq Saidah (30) mengisi aktifitas sehari-hari dengan menjadi pengrajin jaje sode. Dia mulai merintis usahanya baru beberapa bulan lamanya. Bersama sang suami Ahmad (40) juga ikut membantu untuk membuat adonan tepung dan mencampurkannya dengan bahan yang lain. Aktifitas yang mereka lakukan sehari-hari ini dapat membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari ditengah kesulitan ekonomi yang semakin dirasakan. Tak ayal suami sesekali juga ikut membantu berjualan dipasar.

Keberadaan kerupuk dari luar daerah sangat mendominasi pasar saat ini. Terlihat dari bentuk kemasan yang unik sehingga memberikan rasa yang berbeda di konsumen. Hal ini menjadi perhatian dari pemerintah setempat untuk mampu meningkatkan nilai penjualan kerupuk lebih baik sehingga mampu menopang ekonomi masyarakat agar kesan kerupuk "jaje sode" Pengenjek tidak mati suri. Sampai berita ini diturunkan, jurnalis belum bisa menghubungi kepala desa Pengenjek. (AA)

  4 Komentar untuk "JAJE SODE" PENGENJEK TERKESAN MATI SURI

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

A ajiQ

mantaaap pak BPD, semoga semangat yang terbangun disertai dengan niat yang ikhlas dalam rangka mewujudkan cita-cita masyarakat desa Pengenjek yang KHAIR😃

DEDI-ISKANDAR

InsyaAllah apapun yg mnjadi harapan masyarakat kami dari BPD Desa pengenjek akan mendorong dan bukan hanya it inovasi dlm kemasan dan bahan dasar serta alatnya juga sudah kami dan pemerintah desa pikirkan... Mari maju dan dukung bersama dalam menghasilkan kreasi dan inovasi baru. Mari masyrakat pemikir2 masa depan kita rncnkan, kita hasilkan, dn kita laksanakan.... Smga kdpn ap yg belum terpikirkan, blum bisa terlaksana periode skrg bIsa.....

@ichaq_rasyid

Hayoooo...dorong Pemdesnya agar mbuat terobosan untuk pengusaha kerupuk di Pengenjek biar usahanya lebih maju