Jadi Negara Transit Perdagangan Narkoba, Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Asing

26 February 2019, 9:00
2 0 58
Gambar untuk Jadi Negara Transit Perdagangan Narkoba, Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Asing
Oleh : Fira Nursyabani

CIGOMBONG, AYOBOGOR.COM -- Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah membuka kegiatan Diklat Interdiksi Terpadu bagi negara-negara sahabat pada Senin (25/2/2019) kemarin, di Balai Diklat BNN, Lido, Bogor. Pelatihan ini akan berlangsung dari 26 Februari hingga 6 Maret mendatang.

Diklat tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang di antaranya ada 13 peserta asing asal Fiji, Timor Leste, Laos, Filipina, dan Sri Lanka, serta 17 peserta asal Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan bantuan teknik Pemerintah RI dalam rangka kerja sama Selatan-Selatan.

Perwakilan dari Kemenlu dalam acara ini adalah Direktur Kerja Sama Teknik, Mohammad Syarif Alatas. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional termasuk penyelundupan narkoba baik secara bilateral, regional, maupun global.

Menurut dia, pelatihan ini sangat penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan kapasitas para penegak hukum dan tenaga ahli. Dalam hal tersebut, Indonesia dinilai telah memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni.

Sementara itu, Kepala BNN, Heru Winarko, menyampaikan bahwa Indonesia tidak saja merupakan negara transit perdagangan narkoba tetapi juga negara tujuan kegiatan penyelundupan narkoba di Asia. Untuk itu, Indonesia sudah melakukan berbagai upaya preventif dan strategi untuk mengurangi drug supply and demand reduction.

Berkat upaya tersebut BNN berhasil mengidentifikasi dan mengungkapkan 83 sindikat narkoba dari 914 kasus yang melibatkan 1.355 terpidana pada 2018. Diklat ini dapat menjadi forum untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada negara-negara sahabat di kawasan Timur Tengah, Asia, dan Pasifik. Diklat juga merupakan sarana untuk mengembangkan jejaring dan kerja sama di bidang pemberantasan dan penyelundupan narkoba.

Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan tambahan kompetensi yang dibutuhkan oleh petugas penegakan hukum dalam penyelidikan dan penyidikan, serta pelacakan aset pelaku tindak pidana narkotika dan psikotropika.

Diklat ini juga menghadirkan tenaga ahli dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), International Narcotics Law Enforcement (INL), Drug Enforcement Administration (DEA), Australian Federal Police (AFP) dan Australian Border Force (ABF), yang merupakan mitra BNN.

Narasumber yang dihadirkan dijadwalkan akan memberikan materi yang disampaikan antara lain tentang berbagai kebijakan nasional di bidang pemberantasan narkotika, strategi kebijakan interdiksi terpadu, teknik penyelidikan berbasis IT dan analisa intelijen, dark web and control delivery, informant handling, serta operasi interdiksi terpadu.

Indonesia berkomitmen untuk terus memajukan kerja sama bantuan teknik dalam Kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan di berbagai bidang termasuk pemberantasan dan penyelundupan narkoba dengan negara-negara sahabat untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).

  Komentar untuk Jadi Negara Transit Perdagangan Narkoba, Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Asing

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!