Jadi apatis baik ko

54475 medium post 60603 8e0fc7ac f579 4013 b237 62a7c556f3a7 2019 03 19t13 30 28.430 07 00
Setiap manusia berhak melakukan apapun dan dimanapun selagi perbuatan tersebut tidak berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain, namun disayangkan banyak orang lain melihat serangkaian kegiatan baik itu justru dipandanganya buang-buang waktu, lebih sadisnya
"tidak berguna".
Menanggapi polemik tersebut tentu tidak cuku dengan sabar, melakukannya hingga tuntas dan menghasil sesuatu yang terlihat jelas walau memang ada pula yang enggan melihat hal itu meski sebenarnya pantas. Miris rasanya melakukan perbuatan baik tapi justru dipandang hina, ada hati yang berharap,
"anda saja banyak orang sependapat dengan memandang baik tindakan-tindakan konyol namun punya tujuan mulia".
Semakin ke sini semakin banyak orang-orang yang berlainan pemikiran, dan semakin besar pula tantangan untuk melakukan tindakan-tindakan baik, bukan hanya dengan hukum, tapi lebih psikologis, yakni sindiran, cacian, hinaan dan segala bentuk maki ketidakterimaan. Kalau di Agama islam kita mengenal istilah ini dengan sebutan "syirik". Jelas syirik bukanlah tindakan baik, apalagi mencerminkan pribadi seorang yang baik. Untuk menanggulangi hal yang tidak mengenakan perasaan, diperlukan Mental yang super duper kuat, iya "Mental yang kuat". Dimana seseorang akan berani melakukan apapun dan dimanapun segala perbuatan baiknya. Tapi sebelumnya ketahuilah dalam hal ini biarkan dirimu jadi apatis, sebab apatis adalah tindakan masa bodoh, membiarkan dan tidak peduli atas apapum dan bagaimanapun pandangan orang. Apatis untuk kebaikan lebih mulia dibanding peka terhadap sosial namun ada kepentingan tidak baik didalamnya. Apatis mutlak diperlukan bagi seseorang yang siap hadapi apapun lantaran perbuatannya. Selain apatis bisa memberi pandangan baru, ada hal unik lainnya yang akan hadir, yakni keberagaman pemikiran yang kemudian mengerucut jadi satu lantaran mulai memahami kebaikan dari sebuah perbuatan tanpa harus meminta penjelasan. Orang-orang inilah yang kembali akan belajar apatis guna melanjitkan perbuatan baik yang sudah iya terima. Mari apatis untuk hidup yang baik.
Jangan takut berbuat baik
Sudah dilihat 13 kali

Komentar