Investor China Lirik Air Bersih Di Lamongan

5008 medium img 20160621 013803
Cakupan layanan air bersih di Lamongan saat ini tercatat mencapai 20-35 persen. Untuk mencapai target agar semua bisa terlayani, Pemkab Lamongan membuka peluang bagi swasta untuk masuk di bisnis air bersih ini.

Salah satu yang tertarik untuk menanamkan investasi di bidang layanan air bersih ini adalah perusahaan raksasa dari China, Zhejiang Bestwa Invitech Company. Sebagai langkah awal investasi, perusahaan yang disebut tersebesar ke-5 di China ini melakukan pertemuan dengan pemangku kepentingan Pemkab Lamongan di ruang pertemuan Bhina Praja. (20/06/2016).

DR. Duan, perwakilan dari Zhejiang Bestwa Invitech Company, dalam kunjungannya itu diterima Bupati Fadeli bersama Sekkab Yuhronur Efendi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mokh. Faiz Junaedi, serta Direktur PDAM M Maksum.

DR. Duan menjelaskan tertarik menanamkan investasi di Lamongan, di bidang lingkungan hidup yang masih memerlukan banyak perhatian, terutama terkait layanan air bersih. “Kami ingin memperbaiki kondisi layanan air bersih ini dengan menanamkan investasi, “ katanya dalam Bahasa Inggris.

Dia menyebutkan lingkup bisnis Zhejiang Bestwa Invitech Company adlaah di bidang pengolahan limbah padat dan pembuangannya. Kemudian juga bergerak di bisnis pengendalian air yang tercemar polusi limbah serta remediasi tanah yang tercemar logam berat.

Ditambahkan oleh perwakilan PT. Bestwa Indonesia Bambang Irawan, sudah banyak daerah yang digelontor dana investasi dari Zhejiang Bestwa Invitech Company.

Dia kemudian menyebutkan investasi di Bali yang mencapai sebesar Rp 3 trilliun untuk peningkatan layanan air bersih, sampah dan limbah B3 dan di Bandung Barat terkait investasi peningkatan pengolahan sampah dan layanan air bersi. Selanjutnya di Karawang menanamkan invertasi pada pengolahan limbah B3, dan di Rembang terkait pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan.

Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Faiz Junaedi mengungkapkan bahwa Kabupaten Lamongan sangat membutuhkan peningkatan kualitas layanan air bersih.

“Saat ini, PDAM masih belum bisa mengcover sluruh kebutuhan air bersih di Lamongan. Apalagi saat ini di wilayah pantura, tengah dan selatan sudah banyak industri yang berkembang sehingga membutuhkan pasokan air yang besar, “ ungkap Faiz Junaedi.

Faiz Junaedi juga menyebutkan target di tahun 2021, cakupan layanan air bersih sudah harus mencapai angka 60 hingga 65 perseb. Sedangkan cakupan saat ini berkisar antara 25 hingga 30 persen.

Sementara Direktur PDAM M Maksum menyebutkan sampai dengan saat ini PDAM telah melayani 17.000 sambungan rumah (SR) dengan tarif Rp. 2.500 /m3 untuk rumah tangga dan Rp. 11.000 / m3 untuk industri.

Bupati Fadeli sendiri menyampaikan mendukung penuh rencana investasi dari Zhejiang Bestwa Invitech Company untuk peningkatan layanan air bersih pada masyarakat.
Sudah dilihat 178 kali

Komentar