Ini Pesan Dandim Kediri Kepada Toga Dan Tomas

24827 medium img 20180430 wa0002
KEDIRI. Mengusung tema “TNI AD melalui pembinaan peta jarak jjaring territorial ,siap menjaga dan mewujudkan stabilitas serta ketahanan wilayah ,guna mempererat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, agar tetap terjaganya kedaulatan NKRI”, Kodim 0809/Kediri berinteraksi sosial dengan tokoh agama dan masyarakat yang bercokol di Kediri. Bersama Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Warsito, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyuarakan pandangannya di gedung Makodim Kediri pagi ini, senin (30/04/2018)

“Toleransi merupakan bagian dari sikap untuk saling menghormati dan menghargai hak privat orang lain, termasuk bagaimana caranya kita sebagai warga Kediri bisa menjaga kerukunan antar umat beragama. Sesuai informasi dari sana sini, belum pernah terjadi intoleransi di Kediri, ini sangat bagus dan perlu dipertahankan, sebab ,intoleransi itu awal dari akar perselisihan dan bisa dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.

Mengenai kebebasan beragama, lebih lanjut ia menjelaskan, setiap orang bebas menjalankan ibadahnya sesuai keyakinannya masing-masing dan hal tersebut juga sesuai dengan konsep bangsa ini yang memberi kebebasan umat beragama.

“Kedepan, ada pilkada serentak, yang di Kota Kediri ada 2, pemilihan Walikota dan Wakil Walikota serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, sedangkan yang di Kabupaten Kediri ada 1, yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,” sambungnya.

Dalam pilkada ini, setiap pemilik hak suara berhak menentukan pilihannya tanpa intervensi dari pihak lain, dan kebebasan hak suara ini juga sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, pilihan boleh beda, tetapi keharmonisan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat tidak boleh dicampuradukan dalam perbedaan pilihan itu.

“TNI dan Polri saat pilkada nanti ,tetap konsisten berada di posisi netral, tidak condong kesana kesini. Netralitas inilah yang menjadi acuan bagaimana pilkada nanti bisa aman dan tertib, tanpa memihak yang disana atau yang disini,” pungkasnya.

Usai dengar pendapat, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno meminta nomor telepon atau HP seluruh tokoh agama dan masyarakat. Nomor telepon atau HP ini dijadikan saran komunikasi bila terjadi sesuatu permasalahan bisa langsung dituntaskan lewat jalur dialogis, sekaligus interaksi sosial Kodim Kediri dengan tokoh agama dan masyarakat.

Sudah dilihat 41 kali

Komentar