Ini Kata Disdik Kabupaten Bekasi Soal Pungli di Sekolah

Terima raport
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi mengancam bakal mempidanakan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP-N) yang kedapatan melakukan pungli rapor siswa pada setiap pergantian semester.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kabupaten Bekasi, Kusuma Ridwan mengatakan tidak ada alasan apapun bagi pihak sekolah untuk melakukan jenis pungutan saat pembagian rapor ke siswa.

“Kalau ada pungli rapor yaa di pidanakan, kan sudah ada Perbup dan aturanya lainya dalam pengelolaan dana BOS kalau pungli ya di pidanakan,” ujarnya kepada Wartawan Senin (8/1).

Ditambahkan Kusuma, pihaknya sudah melarang keras kepada semua Kepala SMP-N supaya tidak melakukan pungli dalam bentuk apapun karena hal itu sudah menciderai program pemerintah yang menggratiskan biaya pendidikan.

“Saya tegaskan tidak diperbolehkan pungutan rapor itu,” imbuhnya.

Menurutnya pihaknya meminta kepada para orang tua siswa jika sudah dimintai uang pungli rapor oleh pihak sekolah segera melaporkan kepada Disdik Kabupaten Bekasi. Sehingga masalah itu bisa segera ditindaklanjuti sesuai peraturan dan perundang-undangan.

“Kalau misalnya ada dilaporkan ke disdik nantinya disdik akan berkordinasi dengan inspektorat,” katanya.

Lebih jauh dikatakanya padahal untuk tingkat SMP-N di setiap tahunnya siswa mendapat bantuan operasional sekolah (bos) dari pemerintah Rp1. 250.000 /siswa yang diperuntukan mendukung kegiatan murid di sekolah. anehnya masih ada saja oknum kepsek yang memungut kepada siswanya.

“Aneh kalau masih ada jenis pungli rapor. Ada dana penggabungan dari pusat dan daerah, APBN Rp1 juta dan dari daerah (APBD) Rp250 ribu persiswanya,” tambah Kusuma.

Akibat ada pungutan itu berdampak buruk bagi program pemerintah pusat maupun daerah yang menggratiskan biaya pendidikan sampai jenjang sekolah Menengah.

“Pada baca lah tuh kepala sekolah supaya pada pinter kan setiap rapat disosialisakikan agar tidak pungli,” tutupnya.

Kasus ini mencuat lantaran sebelumnya dikabarkan adanya pengakuan salah satu orang tua siswa yang bersekolah di salah satu SMP-N di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi dimintai jenis pungli rapor sebesar Rp40 ribu kepada seluruh siswa.

Menurut pengakuan orang tua siswa jika tidak membayar siswa akan mendapat teguran bahkan dimarahi oleh para guru di sekolah tersebut. (Ewwy - penamerdeka)

Komentar