Ini Dalih Ponpes At-Taqwa Kranji Paciran Terkait Tewasnya Santri di Tangan Teman-temannya

Header illustration
Pengasuh Pondok Pesantren At - Taqwa Kranji, Paciran membantah kurang intensnya pengawasan terhadap para santri yang menjadi penyebab adanya penganiayaan yang menewaskan seorang santrinya, Adam Fawwas Syarvia (13).
Menurutnya, dalam pertemuan rutin setiap sebulan sekali di acara muhadoroh selalu disampaikan berbagai macam pembinaan.
Pembinaan juga disampaikan di setiap pertemuan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Bahkan, sebagai upaya pengendalian dan pengawasan, disetiap kamar santri harus ada yang menjadi ketua.
Jadi, menurut Yusron yang juga guru Ilmu Tafsir ini, pihak ponpes termasuk pengurus selalu intens berkomunikasi.
Diakuinya, memang tidak setiap hari pengajar maupun pembina kontrol setiap kamar di pondok. Termasuk di kamar nomor tiga, tempat korban dianiaya.
Saat kejadian memang tidak diketahui pihaknya. Termasuk saat adanya upaya 'interograsi' oleh para pelaku terhadap korban.
Disinggung soal belum adanya keluarga tersangka yang bertakziah ke rumah duka, menurut informasi yang diperoleh Yusron, karena ada informasi agar tidak bertemu dulu dengan keluarga korban.
Sudah dilihat 144 kali

Komentar