Ini 4 Tuntutan Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi

33800 medium 42535490 689420541424009 2896265738123739136 n
Ribuan guru honorer se-Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) demonstrasi di komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (24/9/2018).

Mereka medesak Pemkab Bekasi memenuhi empat tuntutan mereka yaitu

1. Mengangkat seluruh honorer yang ada di Kabupaten Bekasi melalui SK Bupati,

2. Meningkatkan kesejahteraan guru honorer se Kabupaten Bekasi minimal setara UMK setempat.
3. Memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh honorer Kabupaten Bekasi

4. Mendatabasekan honorer se Kabupaten Bekasi dalam database BKD.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan, mengapresiasi perjuangan guru honorer itu.

DPRD Kabupaten Bekasi sudah menganggarkan Jastek Rp 161 milyar dimulai tahun 2017. “Kita juga mendesak Pemerintah Daerah agar membuat data base kaitan Honorer, dan ini sudah pernah rapat gabungan Komisi IV DPRD, Komisi I DPRD, BKD, Bagian Pembangunan Setda Bekasi, Dinas Pendidikan, dan beberapa SKPD terkait,” imbuhnya.

Kaitan bentuk pengakuan dan SK dari Pemerintah Daerah, memang baru pada tahap bentuk pengakuan, dengan ditetapkannya rekan-rekan honorer sebagai penerima Jastek dari APBD. Di situ SK Bupati kaitan penerima Jastek sudah ada, by name by addres, ” katanya.

Tuntutan guru honorer adalah SK BUPATI kepada orang per orang Honorer, yang menetapkan mereka sebagai pegawai Honorer Pemkab Bekasi. Yang kabarnya tuntutan itu belum dapat dipenuhi, karena kendala PP 48 tahun 2005, PP 56 tahun 2012 yang melarang semua Pejabat Pembina Kepegawaian yaitu Kepala Daerah dan Pejabat lain di lingkungan instansi mengangkat tenaga honorer atau yang sejenisnya.

Ditambah lagi ada Permendagri No.814.1/169/SJ tanggal 10 Januari 2013 yang menegaskan larangan pengangkatan tenaga honorer. “Mungkin kendala itulah yang harus segera dicarikan solusi bersama, imbuh Nyumarno, ” tambah Nyumarno.
Sudah dilihat 200 kali

Komentar