[Info Anak] Pameran Main Anak “MONTOR-MONTOR CILIK“

Mainan anak
24 Nov
Bentara Budaya Yogyakarta kembali menampilkan sebuah keunikan mainan anak-anak. Kali ini tentang pedal car yang merupakan rangkaian pameran Seri Lawasan yang secara berkala dilaksanakan oleh Bentara Budaya Yogyakarta sejak berdiri tahun 1982. Perlu diketahui ada dua kategori lawasan yang dipamerkan di BBY. Pertama adalah benda-benda yang bertalian dengan tradisi dan budaya seperti keris, batik, dan topeng, dan yang kedua adalah benda-benda rumah tangga yang mempunyai nilai edukasi di zaman dahulu seperti radio tabung gramaphone, dan alat transportasi masa lalu seperti sepeda onthel dan sebagainya yang dipakai oleh masyarakat Indonesia di zaman dahulu. Pedal car yang kami pamerkan kali ini merupakan bagian dari mainan transportasi lawasan yang dipakai oleh anak-anak pada masa lalu, sekitar tahun 1920 sampai tahun 1960-an. Yang termasuk kategori pedal car ini antara lain: sepeda roda tiga otopet, sepeda motor kecil, dan mobil-mobilan yang berukuran kecil sekitar 60 x 100 cm. Mainan-mainan ini terbagi dalam dua kategori, yang pertama tanpa mekanik dan yang kedua dengan mekanik berupa pedal. Mainan tanpa mekanik adalah mainan anak-anak yang diperuntukkan bagi anak balita, yang masuk kategori ini antara lain: otopet, sepeda roda tiga tanpa pedal, bahkan ada yang beroda empat tetapi tanpa pedal. Mainan-mainan ini hanya bisa jalan kalau didorong oleh pengasuhnya atau didorong oleh anak itu sendiri dengan kedua kakinya. Adapun mainan yang mekanik adalah berupa tricycle atau sepeda roda tiga yang dilengkapi dengan pedal di bagian as roda depan; kemudian mobil-mobilan yang dilengkapi dengan pedal dan rantai atau dua buah tuas yang dapat menggerakkan roda belakang. Mainan pedal car ini di zaman dahulu bukanlah mainan yang berharga murah, karena hanya anak-anak dari keluarga mampu dan berada saja yang dapat memilikinya karena harganya yang mahal. Dari berbagai jenis mainan mobil-mobilan ini ada yang dibuat sesuai dengan aslinya dan merupakan prototipe dari mobil asli, tetapi tentu saja dengan skala kecil. Seperti yang tampak dalam poster pameran ini yang menampilkan sosok Bung Karno yang sedang tertawa menyaksikan putranya Guntur Sukarnoputra yang menaiki mobil-mobilan di Disneyland USA, pada tahun 1962. Judul “Montor-Montor Cilik“ untuk pameran ini kami ambil dari lirik lagu dolanan karya Ki Narto Sabdo yang berbunyi ‘Montor-montor cilik…sing numpak bleneg’ yang artinya kurang lebih mobil-mobil kecil yang naik gendut. Kiranya tidak berlebihan jika lirik lagu tersebut kami jadikan judul pameran ini. (Hermanu - Kurator Bentara Budaya Yogyakarta)
24 Nov 07:30 PM to 03 Dec 05:00 PM

Detail AcaraDetail Acara

Bentara Budaya Yogyakarta kembali menampilkan sebuah keunikan mainan anak-anak. Kali ini tentang pedal car yang merupakan rangkaian pameran Seri Lawasan yang secara berkala dilaksanakan oleh Bentara Budaya Yogyakarta sejak berdiri tahun 1982.

Perlu diketahui ada dua kategori lawasan yang dipamerkan di BBY. Pertama adalah benda-benda yang bertalian dengan tradisi dan budaya seperti keris, batik, dan topeng, dan yang kedua adalah benda-benda rumah tangga yang mempunyai nilai edukasi di zaman dahulu seperti radio tabung gramaphone, dan alat transportasi masa lalu seperti sepeda onthel dan sebagainya yang dipakai oleh masyarakat Indonesia di zaman dahulu.

Pedal car yang kami pamerkan kali ini merupakan bagian dari mainan transportasi lawasan yang dipakai oleh anak-anak pada masa lalu, sekitar tahun 1920 sampai tahun 1960-an. Yang termasuk kategori pedal car ini antara lain: sepeda roda tiga otopet, sepeda motor kecil, dan mobil-mobilan yang berukuran kecil sekitar 60 x 100 cm. Mainan-mainan ini terbagi dalam dua kategori, yang pertama tanpa mekanik dan yang kedua dengan mekanik berupa pedal.

Mainan tanpa mekanik adalah mainan anak-anak yang diperuntukkan bagi anak balita, yang masuk kategori ini antara lain: otopet, sepeda roda tiga tanpa pedal, bahkan ada yang beroda empat tetapi tanpa pedal. Mainan-mainan ini hanya bisa jalan kalau didorong oleh pengasuhnya atau didorong oleh anak itu sendiri dengan kedua kakinya. Adapun mainan yang mekanik adalah berupa tricycle atau sepeda roda tiga yang dilengkapi dengan pedal di bagian as roda depan; kemudian mobil-mobilan yang dilengkapi dengan pedal dan rantai atau dua buah tuas yang dapat menggerakkan roda belakang.

Mainan pedal car ini di zaman dahulu bukanlah mainan yang berharga murah, karena hanya anak-anak dari keluarga mampu dan berada saja yang dapat memilikinya karena harganya yang mahal. Dari berbagai jenis mainan mobil-mobilan ini ada yang dibuat sesuai dengan aslinya dan merupakan prototipe dari mobil asli, tetapi tentu saja dengan skala kecil. Seperti yang tampak dalam poster pameran ini yang menampilkan sosok Bung Karno yang sedang tertawa menyaksikan putranya Guntur Sukarnoputra yang menaiki mobil-mobilan di Disneyland USA, pada tahun 1962.

Judul “Montor-Montor Cilik“ untuk pameran ini kami ambil dari lirik lagu dolanan karya Ki Narto Sabdo yang berbunyi ‘Montor-montor cilik…sing numpak bleneg’ yang artinya kurang lebih mobil-mobil kecil yang naik gendut. Kiranya tidak berlebihan jika lirik lagu tersebut kami jadikan judul pameran ini. (Hermanu - Kurator Bentara Budaya Yogyakarta)

Komentar