Ibu muda dan kasus Femicide

29727 medium femicide
Bekasi Kota. Femicide kembali merenggut Razkiya Madawiyah atau Kiki (18) di Jatiranggon, Bekasi. Komnas Perempuan Adriana Venny Aryani mamaparkan jika femicide ada 2 macam, ada yang bersifat langsung dan tidak langsung, sedangkan untuk kasus kematian Ibu muda ini diduga kuat lantaran Femicide tidak langsung, beliau mengungkapkan hal itu lantaran sebelum bunuh diri, kiki mengalami depresi akibat kekerasan.
“Femicide ini ada yang secara langsung dan tidak langsung, yang langsung itu dibunuh kaya kasus Dokter Letty, dan kalau tidak langsung, dia (korban) depresi karena mengalami kekerasan kemudian dia bunuh diri,” ucapnya.
Terkait kasus kekerasan rumah tangga yang dialami Kiki, Adrityani menuturkan jika dirinya beranggapan bahwa kiki sendiri menerima perlakuan kekerasan berupa fisik, psikis dan ekonomi. Untuk fisik kiki sering menerima pukulan dari suami. Kekerasa psikis ditunjukan dengan pelarangan kiki untuk bekerja lantaran suami pencemburu, sedangkan kekerasan ekonomi dilakukan suamu dengan tidak bisa menafkahinya, padahal Adrian menuturkan jika jorban ingin membantu menafkahi keluarga. Diketahui jika kiki tidak bisa menghasilkan ASI dan membutuhkan uang untuk membeli susu formula, sebelumnya kiki pernah bekerja sebagai penjaga SPBU namun disuruh berhenti oleh suami, sedangkan suami hanya berpropesi sebagai petugas kebersihan.
Lengkapnya:
https://kriminologi.id/sudut-pandang/kata-pakar/komnas-perempuan-ibu-muda-bunuh-diri-di-bekasi-kasus-femicide
Sudah dilihat 31 kali

Komentar