IBU, IZINKAN AKU MANDIRI,,,! (Akibat pola asuh Permisif pada kemandirian anak)

18 December 2018, 19:38 WIB
3 4 198
Gambar untuk IBU, IZINKAN AKU MANDIRI,,,! (Akibat pola asuh Permisif pada kemandirian anak)
Menjadi pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisa didibaratkan seperti bercocok tanam, bibit yang bagus dan teknik bercocok tanam yang tepat sepertinya masih kita sangsikan hasil panennya akan memuaskan, jika cuaca tidak mendukung, karena jenis tanaman tertentu akan cocok ditanam pada cuaca tertentu juga.

Kurang lebihnya seperti itu, ketika pendidik disuatu lembaga PAUD sudah merancang pembelajarn yang dirasa lengkap dari segi muatan materi, metode, media dan teknik yang tentu saja atas pertimbangan kebutuhan individual anak. Namun ketercapaian tujuan pembelajaran sepertinya hanya mimpi, ketika orang tua anak tidak mendukungnya, bahkan justeru memberikan stimulan yang bertolak belakang ketika anak di rumah. Memprihatinkan memang, namun sebagai pendidik, tugas harus terus dilaksanakan, walau hasil terkadang tak sepadan dengan ikhtiar.

Buku pegangan guru PAUD ini menjadi salah satu bacaan favoritku saat ini, mataku tertuju pada pembahasan tentang pola asuh, memang materi ini sudah beberapa kali di kaji, tapi berbeda rasanya ketika kita membaca sebuah materi kemudian mengaitkannya dengan apa yang sedang atau baru-baru ini kita hadapi. Tentang Pola Asuh Permisif misalnya, mengingatkan aku akan tingkah polah wali murid di lembaga beberapa bulan terakhir ini, terutama wali murid kelompok A (usia 4-5 tahun). Kesadaran akan pentingnya memberikan pendidikan kemandirian untuk putra putrinya masih sangat kurang, bisa jadi ini adalah pengaruh kurangnya wawasan mereka akan pola asuh yang tepat untuk putra-putrinya.

Kaitannya dengan macam-macam pola asuh, bisa disiimpulkan bahwa pola asuh yang banyak dipakai oleh wali murid di kelompok A adalah Pola Asuh Permisif, pola asuh yang ditandai oleh tingginya respons dan rendahnya tuntutan atau kontrol dari orang tua terhadap anak. Orang tua cenderung memberikan banyak perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan anak-anaknya, tidak ada pengawasan atau tuntutan orang tua agar anak-anaknya mematuhi aturan atau standar-standar yang ditetapkan. Mereka percaya bahwa cara untuk menunjukkan kecintaan dan kasih sayang kepada anak-anaknya adalah dengan menuruti semua yang mereka inginkan.

Terlihat sekali ketika sang ibu yang ikut sekolah (baca : menunggu di depan kelas anaknya yang belajar) berlari tergopoh-gopoh ketika mendengar tangisan anaknya dari dalam kelas, padahal itu adalah hal biasa dan bisa diatasi oleh guru tanpa harus campur tangan ibunya sendiri, pun ketika sang ibu mengawasi anaknya mengerjakan tugas dari balik jendela kelas, tanpa permisi langsung masuk kelas mendampingi putra-putrinya mengerjakan tugas karena menurutnya sang anak mengalami kesulitan dan segera butuh bantuan ibunya. Hal-hal seperti ini masih bisa dimaklumi ketika terjadi di minggu-minggu pertama peserta didik baru, tetapi sungguh sangat memprihatinkan ketika harus terus berlanjut sampai di bulan ketiga, keempat bahkan kelima sejak orientasi peserta didik baru.

Ibu bapak yang penyayang, tidakkah kita sadar bahwa anak-anak kita yang dididik dengan pola asuh permisif, akan memiliki tingkat kemampuan mengatur diri yang rendah. Anak-anak tersebut juga seringkali menunjukkan perilaku yang negatif, kurang mandiri. Mereka juga imfulsif karena tidak pernah belajar mengontrol perilaku dan selalu dipenuhi semua keinginannya.
Akhir kata, semoga kita secepatnya menyadari akan pola asuh yang tepat untuk anak-anak kita.

  4 Komentar untuk IBU, IZINKAN AKU MANDIRI,,,! (Akibat pola asuh Permisif pada kemandirian anak)

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

@ichaq_rasyid

Atas nama cinta juga, orang tua harus mendidik kemandirian anak. Meski dalam skala dan ruang kecil. Stidakx anak dpt mnyelesaikan msalahx sendiri.

Raodah Mnuh

Tidak mendominasi ruang mereka kadang merupakan sesuatu yang sulit bagi sebagian besar orang tua, lebih-lebih jika itu dilakukan dengan sebuah alasan klise "atas nama cinta"...

hurul aeni

bagus sekali msukan dari bunda ichaq tapi terkadang sebagian orang tua ngeyel tdak mau melihat kemandirian anak, bahkan ikut membantu kegiatan anak meski sudah kita himbau,dan guru tetap berusaha berikan pemahaman kepada wali.

@ichaq_rasyid

Masuki dunia mereka tanpa harus mendominasi ruang mereka. Itu salah satu cara mengantar anak untuk masuk pada dunia kita (orang dewasa). Indah bukan....

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  3. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  4. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020