IBU, IZINKAN AKU MANDIRI,,,! (Akibat pola asuh Permisif pada kemandirian anak)

43170 medium fb img 1537343437147
Menjadi pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisa didibaratkan seperti bercocok tanam, bibit yang bagus dan teknik bercocok tanam yang tepat sepertinya masih kita sangsikan hasil panennya akan memuaskan, jika cuaca tidak mendukung, karena jenis tanaman tertentu akan cocok ditanam pada cuaca tertentu juga.

Kurang lebihnya seperti itu, ketika pendidik disuatu lembaga PAUD sudah merancang pembelajarn yang dirasa lengkap dari segi muatan materi, metode, media dan teknik yang tentu saja atas pertimbangan kebutuhan individual anak. Namun ketercapaian tujuan pembelajaran sepertinya hanya mimpi, ketika orang tua anak tidak mendukungnya, bahkan justeru memberikan stimulan yang bertolak belakang ketika anak di rumah. Memprihatinkan memang, namun sebagai pendidik, tugas harus terus dilaksanakan, walau hasil terkadang tak sepadan dengan ikhtiar.

Buku pegangan guru PAUD ini menjadi salah satu bacaan favoritku saat ini, mataku tertuju pada pembahasan tentang pola asuh, memang materi ini sudah beberapa kali di kaji, tapi berbeda rasanya ketika kita membaca sebuah materi kemudian mengaitkannya dengan apa yang sedang atau baru-baru ini kita hadapi. Tentang Pola Asuh Permisif misalnya, mengingatkan aku akan tingkah polah wali murid di lembaga beberapa bulan terakhir ini, terutama wali murid kelompok A (usia 4-5 tahun). Kesadaran akan pentingnya memberikan pendidikan kemandirian untuk putra putrinya masih sangat kurang, bisa jadi ini adalah pengaruh kurangnya wawasan mereka akan pola asuh yang tepat untuk putra-putrinya.

Kaitannya dengan macam-macam pola asuh, bisa disiimpulkan bahwa pola asuh yang banyak dipakai oleh wali murid di kelompok A adalah Pola Asuh Permisif, pola asuh yang ditandai oleh tingginya respons dan rendahnya tuntutan atau kontrol dari orang tua terhadap anak. Orang tua cenderung memberikan banyak perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan anak-anaknya, tidak ada pengawasan atau tuntutan orang tua agar anak-anaknya mematuhi aturan atau standar-standar yang ditetapkan. Mereka percaya bahwa cara untuk menunjukkan kecintaan dan kasih sayang kepada anak-anaknya adalah dengan menuruti semua yang mereka inginkan.

Terlihat sekali ketika sang ibu yang ikut sekolah (baca : menunggu di depan kelas anaknya yang belajar) berlari tergopoh-gopoh ketika mendengar tangisan anaknya dari dalam kelas, padahal itu adalah hal biasa dan bisa diatasi oleh guru tanpa harus campur tangan ibunya sendiri, pun ketika sang ibu mengawasi anaknya mengerjakan tugas dari balik jendela kelas, tanpa permisi langsung masuk kelas mendampingi putra-putrinya mengerjakan tugas karena menurutnya sang anak mengalami kesulitan dan segera butuh bantuan ibunya. Hal-hal seperti ini masih bisa dimaklumi ketika terjadi di minggu-minggu pertama peserta didik baru, tetapi sungguh sangat memprihatinkan ketika harus terus berlanjut sampai di bulan ketiga, keempat bahkan kelima sejak orientasi peserta didik baru.

Ibu bapak yang penyayang, tidakkah kita sadar bahwa anak-anak kita yang dididik dengan pola asuh permisif, akan memiliki tingkat kemampuan mengatur diri yang rendah. Anak-anak tersebut juga seringkali menunjukkan perilaku yang negatif, kurang mandiri. Mereka juga imfulsif karena tidak pernah belajar mengontrol perilaku dan selalu dipenuhi semua keinginannya.
Akhir kata, semoga kita secepatnya menyadari akan pola asuh yang tepat untuk anak-anak kita.

Sudah dilihat 61 kali

Komentar

  • 10240 new thumb pt2018 07 03 21 36 23

    Atas nama cinta juga, orang tua harus mendidik kemandirian anak. Meski dalam skala dan ruang kecil. Stidakx anak dpt mnyelesaikan msalahx sendiri.

  • 11211 new thumb user 11211 8027d6e9 04a1 4572 9027 279abe430f4a 2018 09 23t16 57 24.781 08 00

    Tidak mendominasi ruang mereka kadang merupakan sesuatu yang sulit bagi sebagian besar orang tua, lebih-lebih jika itu dilakukan dengan sebuah alasan klise "atas nama cinta"...

  • 11715 new thumb img 6094

    bagus sekali msukan dari bunda ichaq tapi terkadang sebagian orang tua ngeyel tdak mau melihat kemandirian anak, bahkan ikut membantu kegiatan anak meski sudah kita himbau,dan guru tetap berusaha berikan pemahaman kepada wali.

  • 10240 new thumb pt2018 07 03 21 36 23

    Masuki dunia mereka tanpa harus mendominasi ruang mereka. Itu salah satu cara mengantar anak untuk masuk pada dunia kita (orang dewasa). Indah bukan....