Hutan Kota Ranggawulung Subang

34340 medium gerbang hutan kota ranggawulung
Hutan Kota Ranggawulung terletak di Kabupaten Subang. Hutan ini masuk dalam wilayah administratif Kelurahan Parung, Kecamatan Subang. Lokasinya gampang dicari karena berada di sisi jalan utama Subang-Bandung. Bila kita berkendara dari Subang kota hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 menit.

Hutan Kota Ranggawulung merupakan daerah cekungan kaya air. Cekungan ini memiliki cadagan air dangkal sebanyak 1,5 milyar meter kubik dan cadangan air tanah dalam sebanyak 3 milyar meter kubik.1 Dengan cadangan air sebesar itu, kawasan Ranggawulung menjadi penyangga utama persediaan air tawar untuk kota Subang. Pengelolaan air di kawasan ini berada di bawah kendali PDAM Subang.

Perbukitan Ranggawulung ditetapkan sebagai hutan kota berdasarkan Surat Keputusan Bupati Subang Nomor: 522/Kep.197-Dishutbun/2009. Kawasan seluas 12,9 hektar ini dikelola oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat. Terdapat 2 sungai yang melewati hutan ini, yakni Sungai Cileuleuy dan Sungai Ciasem. Berdampingan dengan Hutan Kota Ranggawulung terdapat Bumi Perkemahan Ranggawulung seluas 55 hektar.

Legenda Ranggawulung
Nama Ranggawulung berasal dari legenda keberadaan orang sakti yang sering dipanggil Eyang Ranggawulung. Bagi masyarakat setempat keberadaan Eyang Ranggawulung dibuktikan dengan sebuah makam yang terdapat di kawasan bumi perkemahan. Di hari-hari tertentu, makam Eyang Ranggawulung selalu ramai dikunjungi para peziarah.

Disamping makam Eyang Ranggawulung, terdapat juga makam lain yakni makam Eyang Genjreng. Makam Eyang Genjreng terletak persis di dalam kawasan hutan kota, dijaga oleh seorang kuncen yang sekaligus juga menjadi penjaga Hutan Kota Ranggawulung.

Tidak ditemukan catatan ilmiah mengenai cerita tokoh yang dijadikan nama kawasan selain cerita tutur dari para kuncen dan peziarah. Menurut keterangan kuncen setempat, Eyang Ranggawulung merupakan tokoh leluhur orang Sunda yang memiliki kesaktian setingkat wali.2

Keanekaragaman hayati
Hutan Kota Ranggawulung merupakan sumber plasma nutfah bagi Kabupaten Subang. Kelestarian kawasan ini terancam oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kawasan untuk peruntukan lain seperti kebun, rumah, ladang, pekarangan, perambahan kayu hingga penambangan pasir. Oleh karena itu keberadaannya perlu dijaga dilindungi.

Kenekaragaman jenis pohon yang terdapat di Hutan Kota Ranggawulung tergolong sedang. Hutan ini didominasi oleh jenis pohon Pinus (Pinus merkusii), Jati (Tectona grandis), Jingjing (Paraserianthes falcataria), Mahoni (Swietenia macrophylla), Angsana (Pterocarpus indicus), Kayu Putih (Melaleuca cajupati), Waru (Hibiscus tiliaceus), dan Bungur (Lagerstroemia speciosa).

Sedangkan jenis hewan yang mendominasi kawasan Hutan Kota Ranggawulung diantaranya Walet Inchi (Collocalia linchi), Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides), Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis), Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), dan Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis).

Disamping tumbuhan dan hewan liar, Hutan Kota Ranggawulung menjadi sumber genetik tanaman budidaya yang banyak dikembangkan di Subang. Tanaman-tanaman tersebut diantaranya mangga, pisang, nangka, nanas dan rambutan. Beberapa di antaranya ada yang berupa tanaman endemik atau khas Subang seperti nanas dan mangga cengkir.3

Sejak ditetapkan sebagai hutan kota, kawasan ini mulai memiliki infratsruktur yang lumayan. Pintu gerbang bagian depan sudah cukup baik. Terdapat keterangan berupa plang-plang besar yang memberikan informasi mengenai tempat ini. Meskipun belum optimal, hal ini sangat berperan dalam menarik pecinta ekowisata.

Beberapa pohon-pohon besar di dalam kawasan juga sudah dilengkapi dengan penamaan ilmiah. Sangat baik sebagai sarana pendidikan terutama bagi pelajar, mahasiswa dan para peneliti. Jalanan di dalam kawasan sudah cukup tertata dengan adanya jalur pedestrian (jogging track) sepanjang 800 meter mengitari hutan.

Terlihat juga gazebo untuk sekedar bercengkerama atau melepas lelah. Bisa untuk menampung acara-acara dengan jumlah terbatas. Enaknya lagi di dalam kawasan ini terdapat mata air yang bersih dan menyegarkan. Fasilitas umum lainnya adalah satu buah mushalla dan pos jaga.
Sudah dilihat 35 kali

Komentar