HUJAN DAN IBRAHNYA

47212 medium 20190113 145005 1
Suatu pagi di musim hujan, kubonceng mutiaraku ke sekolah. Seperti biasa, obrolan seru diatas motor selalu memendekkan jalan panjang ini. Tanpa terkecuali dipagi yang gigil bersama hujan lebat yang menyisakan gerimis ini, obrolan tetap seru, meski raga berbalut mantel hujan yang tak sepenuhnya tak mampu menghalangi dingin yang merasuk ke kulit.

Inaq : “Hujan adalah salah satu bukti kasih sayang Allah pada kita, dengan air hujan, tanaman di sawah itu jadi tumbuh subur” (sambil menunjuk area sawah di pinggir jalan).

Mutiaraku : “Bisa jadi banjir juga kan naq”

Inaq : “ya itu karena kesalahan kita sebagai manusia, buang sampahnya di sungai, sungainya tersumbat, airnya jadi banjir”.

Mutiaraku : “klo begitu, dulu ummatnya Nabi Nuh juga sering buang sampah di sungai ya naq, makanya mereka kena banjir besar?”.

Inaq : “Kalau itu sih mereka sedang menerima azab dari Allah, karena mereka tidak mau patuh pada ajaran Nabi Nuh, Allah kirimkkan hujan lebat yang tak reda sampai berhari-hari, lalu terjadilah banjir besar yang menenggelamkan seluruh kaum Nabi Nuh yang ingkar itu. Oh ya...saat turun hujan juga termasuk waktu mustajabah untuk berdo’a”.

Mutiaraku : “maksudnya gimana?”.

Inaq : “kalau kita berdo’a ketika turun hujan, insyaAllah do’a kita cepat diqabulkan oleh Allah, cepat dikasih apa yang kita minta dalam do’a itu maksudnya”.

Mutiaraku : “oh...gitu ya”.

Inaq : “makanya kalau sedang hujan begini banyak-banyak berdo’a, insyaAllah do’anya cepat terqabul”.

Mutiaraku : “walaupun hujannya Cuma gerimis kayak gini?”.

Inaq : “iya”.

Mutiaraku : “walaupun do’anya diatas motor begini?”.

Inaq : “iya...Allah pasti mendengar dimanapun kita berdo’a, kita mulai berdo’a aja yuk, kan sekolahnya masih jauh”.

Mutiaraku : “Inaq mau do’a apa?”.

Inaq : “Inaq mau minta sama Allah agar tetap diberikan kesehatan, umur yang panjang serta barokah, diberikan ilmu pengetahuan yang luas dan inaq juga mohon sama Allah agar dianugerahi rizki yang luas serta halal, biar kita bisa beli mobil segera dan kita tidak kehujanan lagi ke sekolah. Oh ya...inaq juga tak pernah lupa berdo’a untuk anaknya, supaya anaknya jadi penghafal dan pengamal Qur’an...”.

Kusempatkan melirik kaca spion, “kok kali ini mutiaraku minim komentar ya, apa dia ngantuk...tapi tak biasanya dia ngantuk pagi-pagi, kaalau pulang sekolah memang kadang -kadang ia tertidur di atas motor” gumamku walau hanya didalam hati.

Inaq : “kok diam sayang, ngantuk ya...?”

Mutiaraku : “kan tadi sedang berdo’a Inaq...!”

Inaq : “oh ya, do’a apa sayang?”,

Mutiaraku : “do’a supaya hujannya jangan turun pagi, turun sore sama malam aja”.

Inaq : “kok gitu, emang kenapa kalau hujan harus atur jadwal kyak gitu?”.

Mutiaraku : “iya...kalau bisa jadwalnya kayak gitu, kalau hujannya sore kan asyik, bisa main ujan kalau sudah pulang sekolah, hujan malam juga asyik, jadi nyenyak tidurnya, tidak gerah lagi, tapi kalau hujannya pagi, repot...harus pakai mantel, harus minta rizki yang lebih banyak lagi untuk beli mobil...repot kan Inaq”.

Waddduuuhhh...kata-katamu menamparku nak...
Kutekan rem matikku karena sudah sampai didepan gerbang sekolah, kucium kedua pipi bakpaonya lalu rangkaian pesan yang terus direwn setiap pagi itu kembali kulantunkan, “uang jajannya di kantong tas sebelah kanan ya, air minum sama nasinya di kantong daalam nomor dua, kalau mukenah, Al-qur’an dan buku ada di kantong paling besar, nanti siang tunggu inaq anterin mmakan siang sama baju gantinya, inget jangan main ujan ya...”. Panjang...namun mutiaraku selalu mengangguk setiap mendengarnya, emang tak perlu dibantah, mungkin itu pikirnya...he...he...

Tinggallah aku sendiri menikmati jalan yang masih cukup panjang untuk sampai ketempat tugasku.

Ah...masih terus terngiang obrolan bermakna bersama mutiaraku tadi. Betapa seorang anak adalah makhluq mungil yang cukup qona’ah, do’anya simpel aja, minta kebahagiaan sederhana (main ujan) lalu minta istirahat yang nyaman (tidur nyenyak ditemani hujan). Itulah bedanya dengan kita orang dewasa, kelas inaq-inaq lagi, do’anya panjang, berbaris-baris, bahkan tak jarang paragrafnya sampai bersusun-susun. Tapi insyaAllah, dihadapanNYA yang maha Rahim, do’a panjang kita akan terijabah.
Aamiin...
Sudah dilihat 30 kali

Komentar