HOPE ditembak 74 kali, anaknya meninggal

53458 medium post 59693 dea45fe9 b252 43f6 8580 007cb8c0728e 2019 03 13t13 12 37.431 07 00 53459 medium post 59693 2be1dcb0 ab08 4629 b80a ae54e4d2a7a2 2019 03 13t13 12 38.290 07 00
Terkadang manusia tidak paham jika dunia semata-mata diciptakan bukan untuknya saja, ada pula makhluk-makhluk lain yang berhak hidup. Ini yang terjadi di Aceh. Induk orangutan alami luka tembak sebanyak 74 kali, sedangkan sang Bayi alami kekurangan nutriai hingga meninggal dalam perjalanan saat di bawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
Awalnya diketahui tim BKSDA dapat laporan dari warga hingga akhirnya lakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Minggu (10/3). Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin. Sedangkan bayi orangutan yang berumur 1 bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat. Tim kemudian bergegas membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif. Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi.
Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam.

Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”,
KLHK mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi. BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini. 
KLHK mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan masyarakat yang membantu dalam evakuasi orangutan HOPE.

Sumber foto: YEL SOCP, OUC, BKSDA Aceh dan KLHK RI

https://www.instagram.com/lindungihutan/p/Bu7uGIkB8RH/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=aqb67dy86h8v

Hey... Ini AtmaGo loh, di sini kamu bisa tulis informasi yang baik dan menarik untuk di ketahui warga, dengan menulis di AtmaGo kamu bantu warga dapet informasi.

Download di sini yah.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.app.atmago
Sudah dilihat 156 kali

Komentar