Honorer di Sulteng Ditarget Ikut BPJS Ketenagakerjaan

5 September 2019, 12:58 WIB
3 0 134
Gambar untuk Honorer di Sulteng Ditarget Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang menargetkan tenaga honorer atau kontrak di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah ikut BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, La Uno, mengatakan, honorer atau tenaga kontrak merupakan pekerja non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beresiko mengalami kecelakaan kerja sehingga mereka berhak dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan baik oleh pimpinan OPD di mana mereka bekerja maupun secara pribadi.

“Kalau tenaga honorer paling tinggi iurannya Rp10.800 dan paling rendah sekitar Rp7.800 setiap bulan. Dengan iuran sejumlah itu mereka sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan dengan mengikuti dua program, yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” katanya usai meresmikan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, di Palu, Rabu 4 September 2019.

Besaran iuran itu, lanjutnya, berdasarkan standar upah di daerah para honorer dan tenaga kontrak tersebut bekerja.

Jika honor mereka di bawah Rp1 juta, maka BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu menetapkan iuran berdasarkan standar upah terendah daerah di Indonesia, yaitu di Kota Yogyakarta senilai Rp1,4 juta dengan iuran per bulan tidak lebih dari Rp8 ribu.

“Jika mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, klaim yang akan didapat sebesar 48 bulan dikali besaran gajinya jika mereka meninggal saat bekerja atau menuju tempat kerja dan mendapat biaya pengobatan tanpa batas jika mengalami kecelakaan kerja. Kalau meninggal bukan karena kecelakaan kerja mendapat Rp24 juta. Klaim atau santunannya diberikan melalui ahli waris,” ucapnya.

La Uno menerangkan program tersebut akan ia mulai dari semua OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala melalui penandatanganan nota kesepahaman atau persetujuan bersama (Memorandum of Understanding) mengenai kepesertaan honorer di OPD Pemkab Donggala antara Bupati Donggala Kasman Lassa dengan BPJS-TK.

“Kita akan mulai dari Donggala. Insya Allah minggu depan akan kita lakukan penandatangana MoU dengan pak Kasman Lassa. Namun bagi OPD di pemkab dan pemkot di Sulteng yang honorernya beresiko tinggi mengalami kecelakaan kerja akan kita dorong supaya kepala OPD nya segera mendaftarkan mereka,” katanya.

Honorer atau tenaga kontrak di OPD yang beresiko tinggi mengalami kecelakaan kerja di antaranya dinas pemadam kebakaran (Damkar), satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

sumber : metro sulawesi.

  Komentar untuk Honorer di Sulteng Ditarget Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020
  3. Situs Untuk Membuat Kartu Ucapan Idul Fitri

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Surabaya  |  21 May 2020
  4. #yukpedulitetangga

    Eriyana Putri Nuramdani  di  Citamiang, Sukabumi Kota  |  21 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  2. 3
    Komentar

    Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  3. 3
    Komentar

    Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020
  4. 2
    Komentar

    PT Chandra Asri Dukung Penerapan Aspal Plastik Di Semarang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Semarang Kota  |  22 May 2020