Hindari Gagal Panen Babinsa Bersama Petani Lakukan Pompanisasi Lahan Jagung

69083 medium jetis %281%29
Mojokerto, – Dalam upaya membantu mewujudkan swasembada pangan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto Serma Supi’i Hadi Santoso terjun langsung melaksanakan pendampingan pengairan lahan yang ditanami jagung di Dusun Jetis, Desa Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (05/08/2019).

Seperti yang kita ketahui bersama dalam beberapa bulan terakhir musim kemarau yang melanda di beberapa daerah termasuk wilayah Mojokerto telah berdampak kurangnya pasokan air pada areal pertanian bahkan sebagian mengalami kekeringan yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan gagal panen.

Tak terkecuali di Dusun Jetis, Desa Jetis tepatnya di lahan seluas satu hektar milik Huda, Poktan Marmoyo Jaya, yang ditanami jagung Hibrida P21 umur 30 hari juga terancam kekeringan sehingga harus dilakukan pengairan dengan cara pompanisasi menggunakan diesel pompa air.

Serma Supi’i Hadi Santoso, menjelaskan, tanaman jagung umumnya ditanam di lahan kering/ladang dan sawah, namun demikian agar hasil panen bisa meningkat maka dibutuhkan suplay air yang cukup bagi tanaman jagung pada masa pertumbuhan.

Masih kata Serma Supi’i Hadi Santoso, kehadirannya dalam kegiatan pendampingan paling tidak dapat memberi semangat dan memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya produksi jagung. "Bila hasil panen meningkat maka dengan sendirinya akan menambah pendapatan pendapatan para petani," tambahnya.

Masih di wilayah Koramil 0815/07 Jetis, pada Selasa (06/08), aktivitas pendampingan juga berlangsung di Dusun Warugunung, Desa Kupang. Di lahan seluas satu hektar milik Suwaji anggota Poktan Sumber Makmur, kegiatan tanam jagung jenis hibrida P21 tersebut, tak lepas dari pendampingan Babinsa setempat, Serda Sunaryo.

Sekedar informasi, aktivitas pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian dari upaya khusus ketahanan pangan guna membantu petani mewujudkan swasembada pangan sesuai yang diprogramkan pemerintah.
Sudah dilihat 17 kali

Komentar