Hikmah Ramadhan: Kelompok yang Merugi

26617 medium hikmah manfaat tujuan puasa ramadhan

Tersebutlah sebuah kisah seorang panglima perang beserta bala tentaranya. Satu hari, sang panglima memerintahkan tentaranya untuk menyusuri sungai yang ada di sebuah desa. Semua bala tentaranya diperintahkan untuk mengambil apa saja yang diinjaknya dan memasukkan kedalam tas bawaan mereka. Setelah mereka keluar dari sungai, sang panglima memerintahkan anak buahnya untuk membuka tas bawaannya. Ternyata apa yang mereka ambil dari sungai semua berubah menjadi batu permata.

Dari cerita di atas, kita dapat mengenali 3 (tiga) jenis karakter orang. Pertama, orang yang tidak taat perintah. Kedua, orang yang taatnya setangah-setangah. Ketiga, orang yang benar-benar taat.

Untuk golongan yang pertama, tentu mereka amat sangat menyesal karena tidak satupun mereka ambil apa yang mereka injak. Mereka beranggapan apa manfaat mengambil sesuatu dari sungai. Tenyata mereka salah dan tak henti-hentinya meratap, menyesali perbuatannya.

Kelompok yang kedua, mereka juga menyesal mengapa mereka hanya mengambil sebagian saja. Harusnya mereka ambil semua yang mereka injak, yang mereka pijak. Sehingga mereka hanya mendapat sebagian saja batu permata yang amat mahal harganya.

Terakhir, kelompok ketiga yang sangat bahagia dan bersyukur atas buah ketaatan yang mereka lakukan. Mereka mendapatkan begitu banyak batu permata yang tak ternilai harganya.

Kisah di atas merupakan sebuah ilustrasi sikap kita terhadap keistimewaan bulan ramadhan, di mana semua amalan kita dilipatgandakan oleh Allah SWT. Apakah kita masuk tipe atau kelompok yang pertama, yang tidak taat perintah dan cenderung mengabaikan beragam kebaikan dan kemulyaan dengan mentaati perintah-Nya? Yang terbiasa untuk tidak taat, baik di luar atau selama ramadhan berlangsung.

Apakah juga kita masuk golongan yang kedua, di mana kita hanya setengah hati, tidak maksimal, menjalankan perintah-Nya? Alhasil, kita juga tetap menyesal karena hanya mendapat sebagian saja. Padahal jika kita mau, kita bisa meraih segalanya dengan maksimal sesuai upaya kita.

Akhirnya, ketaatan seorang hamba kepada Khaliknya tetap merupakan implementasi dari tujuan penciptaan makhluk (jin dan manusia), yaitu beribadah kepada-Nya.

Semoga kita semua dapat mengambil ibroh, sebuah pelajaran berharga, atas kesempatan yang diberikan Allah, terutama saat ramadhan. Ayo, share beragam hikmah ramadhan lainnya di AtmaGo, warga bantu warga. (Disarikan dari kultum Shubuh di salah satu masjid di Keagungan Tamansari Jakbar)

Sudah dilihat 41 kali

Komentar