Hikmah Bencana

62461 medium post 67732 71fa1024 f87f 43ad aeac 53642e8770f3 2019 05 29t00 11 36.417 08 00
Melalui bencana, Allah hendak menyadarkan kita untuk bersatu. Tolong menolong, dan bekerjasama tanpa pandang warna kulit, suku, agama dan ras.
Setidaknya, inilah hikmah yang saya ambil ketika bergabung dengan saudara di Posko Relawan Mata Garuda yang disponsori oleh mahasiswa dan alumni LPDP.
Di posko bencana ini, kami tergabung dari berbagai suku dan agama. Ada kawan beragama Hindu yang sekaligus menjadi koordinator Posko. Ada beberapa kawan nasrani. Ada kawan mahasiswa yang beragama Budha. Dan beberapa lainnya adalah saudara muslim saya.
DI sini, sekat-sekat identitas hilang. Semua saudara.
Begitupun saat menyalurkan bantuan. Tak ada pilah memilah. Semuanya dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Saat itu, semua orang terikat pada satu ikatan kemanusian dan persaudaraan. Seluruh agama menjadi korban, dan seluruh agama menjadi relawan.
Semua orang menyadari, jika bencana sudah mau menimpa suatu kampung, dia tak akan pilih yang mana rumah orang alim dan yang mana pendosa. Bencana alam juga tak akan mensortir, yang mana rumah muslim, rumah kriten, hindu, budha. Semua kena. Semua diberikan rasa sakit yang sama.
Demikianlah tuhan memberikan pelajaran bagi kita semua. Sayang jika tak diambil pelajaran.
Mengakhiri tulisan pendek ini, saya hendak mengutip petikan lirik lagu dari Slank yang sangat sarat akan pesan-pesan persatuan dan kemanusiaan.
SOLIDARITAS..
“Mengapa harus tunggu bencana, kita rela sisihkan harta untuk sesama”
“Mengapa harus tunggu bencana, baru kita bersahabat dengan alam”
“Apa harus tunggu bencana? Baru dunia bisa bersatu”
“mengapa tak setiap hari, berbuat sepereti ini”. #RamadhanBangkit #AtmaGoSulteng
Sudah dilihat 46 kali

Komentar