Hand Sprayer Tenaga Surya Juara Teknologi TepatGuna

68493 medium post 72645 5da5a262 cc0a 4a4d 9e5e 69690f98b189 2019 08 01t15 30 35.974 08 00
  
Rohmi Djalilah saat melihat karya tim Teknologi Tepat Guna SMKN 2 Kuripan saat lomba TTG tingkat Provinsi NTB dilapangan, Tugu Selong beberapa waktu lalu.

LOMBOK BARAT, – Hand Sprayer Tenaga Surya karya siswa SMKN 2 Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Hariadi Wibowo kelas XII jurusan elektronika industri, meraih Juara II dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) XVII yang diselengarakan selama tiga hari Kamis-Sabtu,( 18-20 Juli 2019) lalu di lapangan Tugu Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hariadi mengaku bangga meraih prestasi juara II lomba TTG tingkat Provinsi NTB. Berkat kerja keras dan inovasi serta pembinaan dari pembina eskul TTG sekaligus kepala program elektronika SMKN 2 Kuripan, Idham, ia mampu mengharumkan nama sekolah.

“Alat ini untuk penyemprotan tanaman cabai, kacang panjang, padi dan tanaman sejenisnya. Hand Sprayer energi surya multi fungsi dan ramah lingkungan,” katanya saat memaparkan cara kerja alat ini di ruang Bengkel elektronika SMKN 2 Kuripan, Jumat (26/7).

Pembina eskul TTG sekaligus Kepala Program Elektronika SMKN 2 Kuripan, Idham memberi apresiasi kepada Hariadi Wibowo.

“Kerja kerasnya, usahanya, dan inovasinya membuahkan hasil. Kami bangga ada siswa binaannya yang menjadi salah satu inovator terbaik tingkat Provinsi NTB,” kata Idham.

Ia mengatakan keberhasil Hariadi di tingkat Provinsi mendorong siswa lainnya untuk lebih berani berinovasi. Ia berharap ke depan banyak siswa yang memiliki prestasi seperti Hariadi.

“Kami optimistis siswa akan semakin maju jika siswa berani berusaha dan inovatif. Karya yang menarik pasti diminati para petani,” ucapnya.

Ia menambahkan, Hand Sprayer energi surya ini dikatakan multi fungsi karena selain bisa untuk menyemprot tanaman, alat ini juga bisa digunakan untuk charger HP ,menyalakan lampu, dan menghidupkan bor listrik.

“Dengan alat ini petani tidak kehabisan tenaga, Tangki hand sprayer ini berisi 20 liter air. Batrai alat ini hanya diisi sepuluh menit sinar matahari ,sudah bisa digunakan dan mempermudah kerja para petani,” katanya.

Karya ini, lanjutnya tidak dikerjakan dengan mudah, butuh kerja keras. Selama satu tahun, ia bersama tim TTG SMKN 2 Kuripan melakukan uji coba. Ide dan gagasan penemuan alat ini, ia terinspirasi dari hand prayer milik temannya yang berprofesi sebagai petani cabai, hand sprayer elektrik milik temannya itu sering mati dan di charger,

“alat ini multi fungsi, pakai energi alternatif dan ramah lingkungan,” sambungnya.

Karyanya ini menghabiskan anggaran sekitar Rp.500 ribu lebih. Saat ini pihaknya sedang memproduksi terbatas dengan harga Rp 700 ribu.

“Sudah ada yang pesan, jika ada yang memesan dalam jumlah yang banyak kami akan memproduksi dan bisa dengan harga terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kuripan,Rujuk Ahmad memberikan apresiasi kepad tim TTG yang telah meraih juara dan terus berinovasi. Ia berharap inovasi ini bisa dikembangkan untuk kemaslahatan para petani.

“Inovasi yang luar biasa. Alat ini mempermudah kerja petani ,” katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan agar karya teknologi anak-anak NTB yang luar biasa itu, tidak sebatas gelar atau dipamerkan saja. Tetapi yang penting adalah terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendukung proses pembangunan.

Untuk itu, Wagub Umi Rohmi meminta Dinas BPMPD mengidentifikasi dan komunikasikannya dengan dinas perindustrian dan STIP untuk pengembangan dan pemanfaatannya dalam mendukung industrialisasi di NTB.

“Menjadi sebuah keniscayaan, apabila produksi massal atau Industrialisasi hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) ini diapresiasi serta dipromosikan secara masif,” ujarnya. Namun perlu dilakukan secara bertahap.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Rohmi Djalilah mengingatkan agar karya teknologi anak-anak NTB yang luar biasa itu, tidak sebatas gelar atau dipamerkan saja. Tetapi yang penting adalah terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendukung proses pembangunan.

Untuk itu, Wagub Umi Rohmi meminta Dinas BPMPD mengidentifikasi dan komunikasikannya dengan dinas perindustrian dan STIP untuk pengembangan dan pemanfaatannya dalam mendukung industrialisasi di NTB.

“Menjadi sebuah keniscayaan, apabila produksi massal atau Industrialisasi hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) ini diapresiasi serta dipromosikan secara masif”, ujarnya. Namun perlu dilakukan secara bertahap.(red)
sumber
 kabar lombok.com
Sudah dilihat 37 kali

Komentar