Hancur-Lebur Rejeki Pinggiran

20343 medium 15 32 26 images
Era digitalisasi menyisakan ruang sempit bagi teknologi terdahulu untuk terus bertahan. Kemajuan zaman yang tak selalu di sertai kreativitas kini telah sampai pada puncaknya menghantam setiap sendi peradaban.
Betapa teknologi itu identik dengan anak muda dengan leluasa ia beroleh masuk kesetiap sudut tanpa larangan dan biaya sepeserpun. . Betapa tawaran zaman yang kian menggiurkan.
Nampaknya di tengah gempuran teknologi terselip beregu yang tersakiti ialah penjual kaset CD. Teringat zaman ABG 90-an ia menjadi rujukan kegembiraan kawula muda dan tua bahkan terngiang-ngiang sampai di kamar mandi.
Sebut saja kepingan-kepingan fenomenal mulai dari Dewa 19, Peterpan, Slank, Sheila on 7, Gigi, Zamrud, Iwan Fals mereka adalah jaminan laris manis penjualan kaset dalam hitungan jutaan kopi, maupun solois mendiang Nike Ardilla yang albumnya selalu fantastis dalam angka penjualan album.
Kini, mereka bergidik, nyali menciut lantaran dirampas format lagu yang begitu mudah didapat dengan cuma-cuma lewat Internet. “Jelas berpengaruh terhadap penjualan. Kini penjualan tak seramai dulu, yang laku hanya kaset-kaset hiburan anak,” tutur Bapak Yanto (47), salah seorang penjual CD area Simpang Lima Semarang. Berjualan sejak 1998, semasa itu ia sanggup mengantongi laba bersih Rp 200.000,00 tiap hari. . kini tiap pekan saja hasil nya tak menentu.
Dulu yang jadi ancaman pasar ialah pembajakan kaset hingga beribu-ribu keeping kopi dengan harga yang lebih murah menyulut konsumen menjauhi produk aslinya. Kini, zaman telah berubah dan kemajuan teknologi berkembang pesat, alhasil menggusur zaman musik (fisik) menjadi digital.
Kini yang ada bukan lagi bajakan kaset melainkan future semacam; Melewati lagu tanpa batas, Dengarkan offline, Streaming kualitas, Putar sesuai kehendak secara legal ataupun ilegal yang mana lebih praktis dibanding harus beli CD secara fisik.
Bersama kemajuan teknologi turut serta menyisihkan pengais rejeki pinggiran.
Sudah dilihat 121 kali

Komentar