Halal Bihalal Himpunan Mahasiswa Bekasi Bahas Persoalan Air Dan Lingkungan Hidup

28166 medium img 20180714 154943
Sejumlah Organisasi Mahasiswa se-Bekasi (Kota dan kabupaten) mengadakan acara Halal Bihalal yang terdiri dari beberapa Kelompok Himpunan Mahasiswa (HMI) Bekasi dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta Pergerakan Mahasiswa Indonesia Islam (PMII) Kota Bekasi.

Kegiatan acara diselenggarakan di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, dengan Tema"Menyulam Panel Pemerintahan Kota Bekasi Dalam Kemandirian Bangsa" Jumat (13/7), Dimana Sebelumnya para Mahasiswa telah melakukan Halal Bihalal dan Diskusi di Sekretariat Bersama, Jalan Chairil Anwar No.4, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Dalam acara Halal Bihalal hadir sebagai nara sumber Jumhana Luthfi dari Alumni Kampus Unisma Bekasi.

"Mashasiswa adalah Generasi masa depan Bangsa dan juga diharapkan agar Mahasiswa dapat menjadi transformasi spirit bagi kemajuan Bangsa Indonesia, terutama dalam memperkuat keharmonisan bangsa, Kata Jumhana Luthfi dalam sambutannya.

"Sebagai negara heterogen yang terdiri dari berbagai suku dan agama serta jauhkan rasa ras sesama bangsa, tentu dapat memupuk persaudaraan kebangsaan sangatlah penting di tengah bangsa yang majemuk," ujar Luthfi.

Masih kata Luthfi, bahwa Momentum Halal Bihalal sudah semestinya dapat dimaknai dan juga dapat kita katakan sebagai artikulasi fisik semata, seperti tradisi bersalam-salaman dan makan-makan atau ajang pertemuan.

"Tetapi, lebih dari pada itu dapat dikatakan secara Budaya untuk mempererat Silaturahmi atau mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa untuk mengeksplorasi beragam suku dan agama." tandasnya.

Sementara itu Ketua Komisariat GMNI Universitas Bhayangkara, Tjandra Tjipto Ningrum mengatakan, dalam Halal Bihalal perlu ada pembahasan diskusi tentang persoalan air ataupun lingkungan hidup.

"Hal ini mengingat berbagai tantangan yang dihadapi secara global umumnya merupakan dampak perilaku manusia yang kerap mengabaikan alam untuk kepentingannya sendiri," ungkap Tjandra.

Ketua PMII Kota Bekasi, Khusnul mengatakan, mari kita semua mengingat kembali, bahwa keberlanjutan Sumber Daya Air tergantung pada Ekosistem alam, sehingga Alamlah yang akan menyaring polutan serta dapat menangkal banjir dan badai, dan mengenai pengelolaan ketersediaan air ini adalah sangat memerlukan kita untuk menjaga dari sisi kualitas dan kuantitas agar menjadi kunci suatu keberlangsungan kehidupan manusia."ujarnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Bekasi, Akmal menjelaskan, bahwa untuk mengupayakan penyelamatan air tidak dapat hanya dikerjakan oleh satu pihak, melainkan harus membutuhkan upaya bersama-sama dari berbagai pemangku kepentingan." ujarnya Akmal

Masi kata Akmal bahwa untuk menjaga semua ini tidak hanya Pemerintah Pusat yang harus melakukan, namun juga Pemerintah Daerah dan Swasta serta Akademik maupun Lembaga Swadaya Masyarakat, serta Komunitas harus dapat memberikan pemahaman serta kesadaran kepada masyarakat dan komunitas agar membuat upaya-upaya Pemeliharaan Sumber Daya Air yang berkelanjutan," tandasnya."(*)
Sudah dilihat 53 kali

Komentar