Haflah Tasyakur Li Ikhtitamiddurus Ponpes Salafiyyah

24668 medium img 20180427 wa0141
KEDIRI. Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno bersama Wakapolresta Kediri Kompol Hendi Kurniawan, Kepala Kemenag Kediri Ahmad Sukri, Kepala Dinas Pendidikan Kediri Nurmuhyar ,Danramil Mojoroto Kompol Didit Prihanto dan Danramil Mojoroto Kapten Czi Muklasin menghadiri Haflah Tasyakur Li Ikhtitamiddurus Pondok Pesantren Salafiyyah Kelurahan Bandar Kidul, sabtu (28/04/2018)

Haflah Tasyakur Li Ikhtitamiddurus juga diikuti K.H.Ahmad Sholeh Abdul Jalil dan K.H.Abubakar Abdul Jalil, keduanya dari Ponpes Salafiyyah, K.H.Nasir Badrus, K.H.Abdul Khamid Abdul Qodir dan Ustad Muhyidin.

“Untuk Wali murid, saya mohon maaf ,mungkin dalam pelaksanaan belajar mengajar kurang bagus atau kurang berkenan di benak para wali murid, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya beserta masyayeh selalu memberikan ilmu-ilmu sesuai dengan pendahulu-pendahulu sebelumnya,” kata K.H.Abubakar Abdul Jalil.

Hasan ,salah satu wali santri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pengasuh Masyayeh Ponpes Salafiyyah, yang selama ini telah memberi bimbingan anaknya.

“Mudah mudahan para pengasuh atau masyayeh yang telah membina anak anak kami diberi imbalan oleh Allah SWT yang lebih lebih,” katanya.

Sementara itu Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno berpesan agar seluruh santri-santri agar lebih berhati-hati menggunakan media sosial, terutama yang memuat berita hoax. Ia yakin santri-santri Ponpes Salafiyyah paham betul ,mana yang berita benar dan mana berita bohong di media sosial.

“Hoax adalah lawan kita bersama, saat menggunakan media sosial, kita harus saring dulu sebelum sharing. Mana berita benar dan mana yang bohong. Yang namanya hoax, sudah pasti ada fitnah, ujaran kebencian, menjelek-jelekan orang, kepalsuan persitiwa. Saya yakin ,santri-santri kita ini pintar-pintar semua, tahu mana yang hoax dan mana yang bisa dipercaya,” katanya.

Sudah dilihat 56 kali

Komentar