GROPYOK SAMPAH PLASTIK MENYISIR BOOM

19 January 2020, 20:05 WIB
7 2 207
Gambar untuk GROPYOK SAMPAH PLASTIK MENYISIR BOOM
Kekuatan sosmed nampak berhasil mempersatukan para pecinta lingkungan di Sabtu sore yang mendung 18 januari 2020. Sibat Mojopanggung andil dalam Gropyok Sampah Plastik menyisiri sisi utara area wisata perahu Pantai Boom Banyuwangi.

Beberapa relawan kebersihan langsung menuju lokasi, mulai mengevakuasi sampah sampah plastik di bebatuan sekitar lingkaran bambu. Terdengar celetuk seorang relawan "Sebaiknya pengelola Boom memperbanyak jumlah unit tempat sampah di area ini, karena pengunjung yang malas berjalan mencapai bibir gerbang masuk lingkaran bambu, akan berpotensi membuang sampah bungkus makanannya sembarangan." celetuk Emy perwakilan Sibat Mojopanggung.

Banyuwangi Osoji Club yang berarti bersih bersih, menginisiasi kegiatan ini. Dr. Binthary selaku Ketua Banyuwangi Osoji Club meyampaikan bahwa "Kegiatan ini adalah upaya pengurangan pemanasan global yang berefek pada peningkatan suhu bumi seperti perubahan iklim yang mulai terjadi di berbagai wilayah. Beliau menyampaikan rasa terimakasih dan syukur atas partisipasi para relawan dan mengharap silaturahmi ini terus berlanjut." jelasnya.

Dalam gelar bincang di akhir kegiatan, Yasin selaku Ketua Paguyuban Kuliner Banyuwangi, menjelaskan " Tahun 2030 atau 2040 nanti, mungkin air di dalam bumi mulai berkurang dan semakin menipis, namun kita bisa meningkatkan intensitas air dengan penanaman pohon." tegasnya.

Perwakilan Sibat Mojopanggung menyambung obrolan, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa "Sibat adalah Siaga Bencana Berbasis Masyarakat, yaitu relawan PMI yang berada di tingkat Kelurahan atau Desa. Sesuai Visi Misi PMI selain di bidang kemanusiaan dan Kepalang Merahan, kegiatan Sibat meliputi upaya Pengurangan Resiko Bencana dan Perubahan Iklim. Lalu, Sibat menyampaikan akan mendukung dan bersedia berpartisipasi pada setiap kegiatan teman teman komunitas lain yang terkait dengan penyelamatan lingkungan sekaligus pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim." begitu imbuhnya.

Diskusi dan sharing dilanjutkan oleh komunitas lain yang begitu menginspirasi dalam upaya penyelamatan bumi. Mulai dari Laskar Green Jajag ( Komunitas Relawan Konservasi Hutan), Popokku Berkah Taman Baru ( pengolah popok bekas pakai) yang sekarang menjadi momok di masyarakat, sampai Komunitas Green Jasmine (pengelola sampah sterofom). Kepala Desa Bulusari Kalipuro, yang saat itu turut terjun, beliau mengutarakan "Sangat mengapresiasi para relawan kebersihan dari berbagai komunitas. " ujarnya.

Pada akhir kegiatan, sampah yang terkumpul diangkut armada program Kotaku, untuk pengolahan lebih lanjut.

# malu buang sampah sembarangan

  2 Komentar untuk GROPYOK SAMPAH PLASTIK MENYISIR BOOM

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Mariyati

semangat terus para relawan kebersihan, semoga jejakmu diikuti semua orang.💪💪👍👍👍👍

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
46 menit

Yuk Bantu Temukan Pak Rebo

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  3. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  4. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 2
    Komentar

    Antara Nilai dan Nilai Nilai

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  11 Feb 2020