Gotong Royong Pilar Ketahanan Hidup

23 February 2019, 2:44
3 0 66
Gambar untuk Gotong Royong Pilar Ketahanan Hidup
Gotong-royong (sambatan= Bahasa Jawa) adalah gerakan kemanusiaan untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat dengan berbagi tenaga, pikiran, benda ataupun dukungan keuangan untuk menyelesaikan kepetingan umum ataupun seseorang yang mengalami permasalahan yang tidak mampu diselesaikan sendiri.
Gotong berarti memikul dan royong secara bersama sama, memiliki kesamaan makna dengan "berat sama dipikul ringan sama dijinjing" yang artinya kolektifitas merupakan spirit yang harus dikelola dalam menghadapi persoalan ataupun kegembiraan di dalam sebuah lingkungan masyarakat ataupun komunitas.
Di Indonesia menjadi salah satu dasar pribadi bangsa yang tertuang di dalam salah dasar negara Pancasila.
Di Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo dimana gotong-royong masih lestari bayak ragam permasalahan mampu ditangani lebih cepat. Salah satu contohnya adalah dalam pembangunan rumah warga miskin. Ratusan rumah mampu dibangun melalui partisipasi warga dalam kurun waktu 2 tahun. Karena spirit gotong royong masih melekat, menjadikan persoalan salah anggota masyarakat menjadi persoalan kolektif seluruh warga. Mereka akan berbagi dari apa yang dia miliki, yang utama adalah waktu dan tenaga.
Infrastruktur merupakan aset kolektif yang harus dibangun dan dijaga. Akan diprioritaskan karena menjajikan kemajuan wilayahnya. Perbaikan jalan dalam bentuk rabat beton, perbaikan drainase, pelebaran jalan ataupun membuat jalan baru semuanya dalam bingkai dalam spirit gotong royong. Terkadang snack atupun makanan ringan disajikan bergantian untuk kegiatan, karena keyakinan semangat berbagi adalah intinya. Mereka menyadari senantiasa harus membangun keseimbangan antara ruang pribadi dan ruang sosial untuk mewujudkan harmoni masyarakat.
Gotong royong tidak mengenal usia, jenis kelamin ataupun jabatan. Kesetraan tanpa terasa sudah dibentuk masyarakat dalam ruang sosialnya mengikuti irama kehidupan. Individu akan berberpan berdasar kemampuannya. Ini terlihat dalam penyelengraan pernikahan, warga akan berbagi peran. Para tokoh dan tetua akan berperan di depan sebagai penyambut tamu baik laki laki dan perempuan, kelompok remaja menyiapkan hidangan dan warga yang lain menyiapkan kebutuhan pesta. Sebelum pernikahan mereka telah menyiapkan musyawarah bersama bahwa hajat warga menjadi hajat bersama.

Dalam menangani kebencanaan telah melahirkan ketahanan (resiliace) dalam ruang hidupnya. Jika terjadi longsor yang menimpa rumah warga tanpa harus dikomando mereka menanganinya, apabila rusak langsung dibangun sesuai kemampuan. Demikian juga dengan jalan ataupun infrastruktur lainnya.

Dokumentasi: Foto Penanganan dampak Rumah longsor di Dusun Pelem #desakebonharjo

  Komentar untuk Gotong Royong Pilar Ketahanan Hidup

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!