Genjot Pendapatan Dari Sektor Pasar

22441 medium pendapatan sektor pasar maret 2018
AtmaGo.com, Ungaran - Pendapatan dari sektor pasar akan lebih digenjot pada 2018 ini. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono optimistis pihaknya akan mampu mencapai target pendapatan.

“Tahun sebelumnya (2017) hanya tercapai sekira 90 persen dari keseluruhan target Rp 9 miliar,” ujar Yosep, Jumat (2/3).

Pemaksimalan pendapatan dari sektor pasar tersebut akan diawali dengan evaluasi dari semua staf maupun Kepala Pasar.“Kita akan evaluasi satu persatu semua pihak yang mengelola pasar, mulai staf sampai kepala,” ujarnya.

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat pada tahun lalu Diskumperindag tidak maksimal dalam penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar. Dikatakan Yosep, dalam evaluasi nantinya ia akan lebih objektif. Dimana pengelola pasar yang memang mumpuni dalam pengelolaan tetap akan dipertahankan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jika ada Kepala Pasar yang tidak kompeten akan diganti lebih baik.

Menurut Yosep, pendapatan dari sektor pasar akan mampu menyumbang PAD Kabupaten Semarang lebih besar. Hal itu bisa terjadi manakala dilakukan pengelolaan pasar dengan maksimal dan transparan.

Hal lain yang akan dilakukan yaitu dengan merubah wajah pasar tradisional. Menurutnya, kondisi pasar tradisional di Kabupaten Semarang saat ini harus dibenahi. Sehingga pengunjung akan lebih memilih untuk datang di pasar tradisional ketimbang ke pasar modern.“Kita masih melakukan lomba bersih-bersih pasar sejak Januari lalu,” ujarnya.

Melalui program tersebut pula, kinerja pengelola pasar bisa terdeteksi. Ia tidak segan akan mencopot pengelola pasar yang terdeteksi tidak bisa melakukan pengelolaan dengan baik.“Pasar tradisional harus memberikan pendapatan yang tinggi bagi PAD,” katanya.

Sementara itu,dorongan untuk mereformasi pengelolaan pasar tradisional sebenarnya juga sudah di dengungkan oleh kalangan DPRD Kabupaten Semarang. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, M Basari mengungkapkan jika reformasi pengelolaan di pasar tradisional perlu dilakukan mengingat pada 2017 sektor pasar tidak mampu mencapai target.“Hal itu karena banyak persoalan,” ujar Basari.

Basari menyebutkan jika persoalan tersebut antaralain dari retribusi hingga pengelolaan parkir pasar yang bermasalah. Menurutnya, semua kepala pasar harus dievaluasi. Ia mendukung apabila langkah penggantian kepala pasar yang akan dilakukan Diskumperindag, menurutnya, belum maksimalnya pendapatan dari sektor pasar dikarenakan pengelolaan pasar yang tidak maksimal.“Penyegaran perlu dilakukan Pemkab Semarang, karena sebagian besar (kepala pasar) merupakan pejabat lama,” katanya.
Sumber : Radar Semarang.com
Sudah dilihat 29 kali

Komentar