Gak Pusing Lagi Kalau Anak Tantrum

18 February 2019, 12:43 WIB
1 0 140
Gambar untuk Gak Pusing Lagi Kalau Anak Tantrum
Assalamualaikum Atmaguys. Selamat siang, semoga masih pada semangat ya. Atmaguys, kalian pernah gak sih lihat anak nangis sampai menjerit ditengah keramaian atau anak kecil ngambek dan memukul atau melempar barang disekitarnya?

Tantrum pada anak adalah keadaan ketika anak mengeluarkan emosi dengan cara mengamuk, marah, menangis kencang, hingga membanting barang-barang. Biasanya, tantrum terjadi saat anak memiliki dua emosi yang kuat, yaitu kemarahan dan kesedihan yang berlebihan. Kondisi ini sebenarnya normal terjadi pada anak, bahkan bisa dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan. Menurut Belden, seorang psikolog perkembangan anak, setiap anak sangat mungkin mengalami tantrum. Namun jika sudah berlebihan, tantrum bisa jadi tanda bahwa ada masalah pada perkembangan si kecil.

Bagi sebagian balita, tantrum pada anak hanyalah cara mereka untuk keluar dari sebuah masalah. Misalnya saja, dengan berteriak-teriak maka Atmaguys akan membelikannya mainan, itu berarti dengan ‘amukannya’ maka Atmaguys akan menuruti keinginannya, dan lain sebagainya. Tantrum pada anak akan lebih cepat terjadi saat sang anak merasa kelelahan atau kelaparan.

Kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada anak yang berusia antara 1 hingga 4 tahun. Kendati menyeramkan, tantrum pada anak merupakan salah satu cara belajar anak untuk berkomunikasi secara efektif dengan orangtua dan lingkungannya.

Sebagai orangtua, ingatlah bahwa tantrum yang wajar memiliki batasan, pekalah terhadap perilaku anak kalian. Tantrum yang tidak wajar memiliki frekuensi yang sering (lebih dari 5 kali sehari) dengan intensitas yang cukup lama, melakukan kontak fisik yang berlebihan seperti memukul orang lain, memukul atau melukai diri sendiri.

Meski emosinya yang naik turun ini membuat Atmaguys cukup lelah, jika ditangani secara tepat, hal ini akan membuatnya memiliki manfaat sosial nantinya. Ada beberapa cara mengatasi tantrum pada anak, disimak ya!

1. Ajak bicara

Minta si kecil mengungkapkan perasaannya agar ia merasa lebih lega. Tanyalah mengapa ia marah. Hal ini dapat membuat mereka merasa keinginannya didengar.

Jika ia belum bisa bicara, misalnya masih berusia 2 hingga 3 tahun, beri pertanyaan mudah seperti, "Adik lapar? Adik masih ngantuk?" Ia pasti akan mengangguk atau menggeleng. Jika ia sudah mengungkapkan perasaannya, maka kemarahannya akan mereda.


2. Hentikan kesibukan Atmaguys sementara

Sering kali, si kecil tahu-tahu marah dan berbuat sesukanya. Entah berteriak, membuang mainan, atau menangis tanpa sebab. Bisa jadi, ia meminta perhatian dari Anda yang sibuk menyetrika, mencuci, atau fokus dengan social media kalian sendiri.

Tidak ada salahnya menemani si kecil terlebih dahulu dan membuatnya asyik dengan salah satu aktivitas, lalu akhirnya Atmaguys bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya.


3. Beri Ciuman dan Pelukan

Keajaiban ciuman dan pelukan untuk si kecil mampu meredam amarah mereka. Setelah mereka tenang, tanyakan mengapa mereka marah.

4. Mengalihkan Perhatian

Mengalihkan perhatian si kecil yang sedang tantrum dengan mainan kesukaannya, mainan baru, film favorit atau nyanyian lembut sangat efektif. Tapi cara seperti ini lebih sesuai untuk si kecil yang masih sulit mengutarakan perasaannya lewat komunikasi verbal. Sebisa mungkin juga, tidak sering memberikan anak akses internet secara langsung seperti membiarkan anak menonton youtube terlalu lama tanpa pengawasan Atmaguys.


5. Beri Waktu untuk Dirinya Sendiri

Rasa tidak nyaman saat baru bangun dari tidur memang sangat biasa dan wajar terjadi. Kita pun sering mengalaminya, apalagi anak-anak kita.

Jika hal ini yang terjadi, sebenarnya mudah saja. Biarkan ia sendiri, kita tidak perlu menyuruh mereka untuk melakukan ini dan itu. Beberapa waktu kemudian, ia akan kembali tenang.


6. Bercanda

Anak pemarah perlu di 'taklukkan' dengan sedikit humor dan candaan ringan, seperti bermain ekspresi wajah, tebakan 'maksa' dan banyak lagi cara membuat si kecil yang ngambek tersenyum lagi


7. Aktivitas di luar rumah

Bermain di taman, arena bermain di mall, atau bertemu dengan saudara sepupu yang sebaya dapat membuat si kecil lupa dengan 'rasa kesalnya'. Setelah seharian bermain, ia pasti capek, tapi pemandangan baru yang dilihatnya membuatnya terlepas dari rasa jenuh karena terus menerus berada di rumah atau sekolah.


8. Biarkan rumah berantakan

Daripada kesal melihat si kecil yang rewel tak keruan, biarkan saja si kecil bermain sesuka hati, selama hal itu tidak berbahaya. Bermain air, pasir atau apapun yang membuat mereka senang dapat menghindarkan mereka dari tantrum berkepanjangan. Termasuk pada saat makan, biarkan anak belajar mandiri dengan menghabisi makanan mereka sendiri meskipun cara makan anak anak biasanya berantakan ya 😂


Jika sebelumnya Atmaguys sudah pernah mencoba bicara dengan anak tentang kebiasaan buruknya, jangan menyerah hanya karena si kecil tidak menunjukkan adanya perubahan. Atmaguys bisa mencoba dengan cara penyampaian lain yang sekiranya lebih mudah dicerna oleh si kecil.

Beri juga contoh hal baik yang bisa si kecil lakukan jika sedang dilanda kemarahan atau kesedihan hebat. Biasanya sikap anak akan berubah seiring bertambah usia dan adanya atmosfer dari keluarga yang mendukung perubahan bagi sikap anak. 

Jangan lupa perihal tantrum dan perkembangan anak, bukanlah tugas seorang ibu saja. Tapi juga tugas seluruh bagian dari keluarga.



Sumber :

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/tantrum-pada-anak-yang-berbahaya/

http://www.parenting.co.id/balita/cara+menangani+anak+tantrum

https://id.theasianparent.com/tumbuh-kembang-anak-sesuai-usia

https://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak

  Komentar untuk Gak Pusing Lagi Kalau Anak Tantrum

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!