Gagal bersaing di Kota Bekasi, 348 pendatang memggelandang

64220 medium post 69147 ce30c74b 5353 47ad 900f 2c5c9ad05d7b 2019 06 20t05 34 26.645 08 00
Kalah bersaing, sebanyak 348 Pendatang di Bekasi kena masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Jumlah tersebut didapat dari catatan Dinas Sosial Kota Bekasi, Jawa Barat sepanjang Tahun 2018. Alhasil jadi dampak derasnya arus urbanisasi ke Bekasi.
"Data 348 orang itu adalah pendatang yang datang ke Kota Bekasi usai Lebaran tahun lalu. Mereka kalah bersaing saat mengadu nasib di Kota Bekasi dan akhirnya jadi gelandangan," kata Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Harfa di Bekasi, Rabu, (19/6). Di tahun ini, beliau katakan belum diketahui lantaran Dinsos belum menyelesaikan pendataan.
Adapun kendala untuk memulangkan mereka didapat lantaran di KTP mereka terdata sebagai warga Kota Bekasi.
Agus melanjutkan para PMKS betah tinggak di Kota Bekasi lantaran banyaknya rumah singgah. Namun, dia memastikan PMKS yang tercatat bukan warga Bekasi segera dikembalikan ke daerah asal.
"Nah, kalau PMKS (sudah menjadi) warga Kota Bekasi cukup sulit pemulangannya," jelasnya.
Adapun rincian dari total PMKS tersebut terbagi atas 129 pengemis, 107 pengamen, seorang pemulung, dan 15 orang wanita pekerja seks komersial (PSK). Kemudian, 44 orang anak jalanan, delapan gelandangan, 42 anak punk, serta dua pengemis disabilitas.
Kebanyakan PMKS awalnya berkeinginan kerja di perusahaan sayangnya kalah bersaing dengan para pencari kerja yang lainnya.
"Karena kalah bersaing, mau tidak mau mereka mencari jalan lain untuk bisa hidup," ucapnya.
Pembinaan pada PMKS yang kena rajia akan terus di lakukan. Mereka akan diberikan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
"Para PMKS ini tidak masuk kategori warga yang masuk ke Program Keluarga Harapan dari pemerintah pusat. Karena mereka bukan warga asli Kota Bekasi," kata Agus.
Selengkapnya:
Medcom.id (348 Pendatang di Bekasi Menggelandang)
Sudah dilihat 36 kali

Komentar