FORKOM UMKM PAKUALAMAN DI SEKATEN 2018

38580 medium post 46297 8d1e6187 0253 4dd3 be1d 5c8980581a87 2018 11 11t12 26 45.985 07 00 38581 medium post 46297 7ca6b91f b9dd 4d7e 91a3 1b5099fa698b 2018 11 11t12 29 36.928 07 00 38583 medium post 46297 ab4c63ad 40bc 423f 9cd6 72d839e0dc70 2018 11 11t12 29 39.589 07 00 38584 medium post 46297 f6ebad00 5a7f 4e82 9ab9 a80e201c8dda 2018 11 11t12 31 25.257 07 00
Forum Komunikasi UMKM Kecamatan Pakualaman kembali berpartisipasi menyemarakan Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pada hari Jumat tanggal 2 November 2018 ini akan berlangsung hingga tanggal 19 November 2018.
Setiap tahun kegiatan ini selalu menyertakan partisipasi dari seluruh masyarakat Yogyakarta, untuk memamerkan potensi masing-masing, salah satunya melalui Forum Komunikasi (Forkom) UMKM.
Kali ini Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman memamerkan lebih banyak produk dibandingkan tahun sebelumnya karena perkembangan potensi di wilayah Kecamatan Pakualaman selalu meningkat dari waktu ke waktu.
Potensi yang dipamerkan meliputi kerajinan dan kuliner.
Beberapa potensi kerajinan yang dipamerkan oleh Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman adalah sebagai berikut:
1. Aneka Batik
Batik ini bersumber dari berbagai komunitas batik di wilayah Kecamatan Pakualaman. Produk batik ini ditampilkan dalam bentuk kain maupun produk 'ready to wear'.
Selain itu, pengrajin batik di Pakualaman juga mengekspresikan sense of art nya dalam bentuk lukisan.
2. Kerajinan Bambu
Kerajinan bambu berbentuk celengan. Bahan bambu dipilih karena untuk mengurangi produk plastik, sementara bentuk Celengan dipilih dalam rangka mengajak masyarakat untuk gemar menabung.
3. Kerajinan Decoupage
Kerajinan ini berasal dari Eropa. Teknik yang digunakan adalah menggunting dan menempel kertas bermotif pada sebuah media. Media yang dipilih adalah tas dan dompet yang berbahan anyaman pandan/rotan/agel/lontar. Teknik Decoupage diaplikasikan dengan tujuan untuk menambah nilai jual produk anyaman serat alami.
4. Puzzle Kayu
Produk ini diciptakan untuk membantu pembelajaran pada anak-anak. Tentu saja kayu dan cat yang digunakan adalah yang ramah lingkungan.
5. Miniatur Becak/Andong/Sepeda
Becak, andong, dan sepeda adalah tiga moda transportasi yang identik dengan kota Yogyakarta. Selain bisa menaikinya, saat ini Wisatawan juga bisa membawanya pulang dalam bentuk miniatur sebagai cinderamata.
6. Aneka Dolanan Anak
Mainan berbahan kayu ini diproduksi dalam berbagai bentuk antara lain bentuk pistol, ketapel, dan othok-othok. Selain untuk mengurangi kebiasaan bermain dengan mainan plastik/import, dolanan kayu ini juga bertujuan mengalihkan anak-anak dari kebiasaan bermain gadget.

Sementara itu, potensi Kuliner yang dipamerkan oleh Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman adalah sebagai berikut:
1. Enting-enting Gepuk
Kuliner Yogyakarta identik dengan rasa manis. Salah satunya adalah camilan enting-enting gepuk ini. Camilan ini berbahan dasar kacang tanah dan gula. Diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan camilan yang legit, manis, sekaligus gurih. Produk enting-enting gepuk adalah usaha keluarga yang mampu bertahan puluhan tahun, saat ini dikelola oleh generasi ketiga.
2. Bir Plethok
Sama halnya bir produksi luar negeri, bir plethok ini tujuan adalah untuk menghangatkan tubuh. Namun perbedaannya adalah bir plethok diolah tanpa alkohol, melainkan dengan rempah-rempah asli Indonesia. Khasiat hangatnya dapat, namun bebas alkohol/halal.
3. Pepes Ikan
Untuk pepes ikan duri lunak produksi warga Pakualaman ini sangat layak untuk dinikmati. Ikan yang dipilih adalah ikan mas, ikan gabus (kutu), ikan nila, dll. Selain ikan, juga ada pepes ayam, tahu dan jamur. Bahan yang digunakan adalah bahan pilihan dan diolah tanpa pengawet. Tentu saja dengan ikan segar yang diambil langsung dari peternak ikan.
4. Jamu seduh
Jamu juga merupakan salah satu identitas Yogyakarta. Siapa yang tidak mengenal Jamu Kerkop dan Jamu Ginggang?
Jamu seduh merupakan salah satu potensi kecamatan Pakualaman. Jamu ini memiliki berbagai varian rasa, antara lain kunir asem dan beras kencur. Meskipun dalam bentuk instan, namun jamu seduh ini tetap menggunakan bahan baku asli dan tanpa pengawet.
5. Lempeng Ketela
Lempeng ketela ini adalah produk Pakualaman yang sudah cukup 'senior'. Pelaku usahanya memproduksi mulai dari bahan ketela mentah sampai matang menjadi camilan. Minyak goreng yang digunakanpun pilihan. Enak, gurih, dan renyah.
6. Soklat
Produk minuman ini masuk kategori produk kekinian. Rasa coklatnya dominan dan enak. Owner produk ini cukup jeli dalam memasarkan dan 'menampilkan' produknya, sehingga Soklat berhasil meraih predikat juara dari beberapa event  perlombaan.
7. Patilo.
Camilan ini berbentuk seperti rengginang, namun bahan utamanya adalah ketela. Enak dan gurih, sehingga layak dijadikan camilan alternatif.
8. Kembar Snack
Usaha ini menyajikan produk kuliner olah daging sapi dan ayam, berupa abon. Selain itu juga memproduksi paru sapi yang renyah dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh.
9. Cookies
Bahan dasar cookies ini adalah kacang tanah. Selama ini kita mengenal kacang tanah diolah menjadi ampyang. Namun cookies produksi UMKM Pakulaman ini memberi alternatif baru yaitu cookies berbahan dasar kacang tanah. Perpaduan kacang, gula, dan tepung sangat pas sehingga menghasilkan cookies yang nikmat.

Berbagai potensi Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman tersebut diharapkan dapat berkembang dengan baik serta tidak menutup kemungkinan muncul potensi baru untuk lebih menyemarakan  kesuksesan Forkom UMKM Kecamatan Pakualaman.

penulis : Nur Diana
Sudah dilihat 142 kali

Komentar