FORBAIK Kabupaten Malang Lahir untuk Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

8 0 284
Gambar untuk FORBAIK Kabupaten Malang Lahir untuk Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
Workshop dilaksanakan pada tanggal 29 September 2020 di Hotel Gets, Malang dengan memperhatikan protokol Kesehatan yang berlaku. Dari mulai masuk hotel dengan pengukuran suhu, hingga ketersediaan hand sanitizer dan kewajiban menggunakan masker bagi keseluruhan peserta. Workshop ini dipandu oleh tim Paramitra.

Workshop dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan yang digunakan adalah Appreciative Inquiry dengan proses Discovery, Dream, Design dan Destiny. Peserta terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah, Perguruan Tinggi, Forum CSR, Ormas/CSO, Organisasi Profesi, Puskesmas. Pada tahap awal atau discovery, Kepala Bappeda Kabupaten Malang yang dalam hal ini diwakili oleh Hariyati Andayani dengan didampingi oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan memaparkan berbagai data dan capaian terkait KIBBL di Kabupaten Malang. Capaian-capaian ini kemudian menjadi benchmark bagi simpul belajar nantinya untuk melaksanakan kegiatan. Misalnya dari paparan diketahui bahwa saat ini Kabupaten Malang masih masuk sebagai 5 besar penyumbang angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Jawa Timur.

Kenyataan ini kemudian menjadi tekad bagi teman-teman di simpul belajar Kabupaten Malang untuk menjadi titik tolak perubahan dan visi yang dicanangkan oleh forum. Pada tahapan ini kemudian peserta merumuskan visi yang menjadi hal yang diwujudkan oleh simpul belajar Kabupaten Malang ini. Visi tersebut adalah “Mewujudkan kesehatan yang yang lebih baik bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir dengan capaian kurang dari 10 kasus dalam satu tahun.” Peserta bersepakat untuk membentuk FORBAIK Kabupatan Malang, yaitu Forum Berbagi dan Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Malang.

Untuk mencapai hal ini kemudian pada tahapan Design, peserta kemudian menginisiasi berbagai kegiatan forum untuk mencapainya. Atara lain pertemuan rutin, diskusi-diskusi yang berbasis pada data dan fakta, penelitian, advokasi kebijakan, saling berbagi pengalaman dan lainnya. Hal ini akan disusun menjadi program kerja simpul belajar nantinya. Agar kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, maka peserta kemudian menyepakati beberapa komitmen atau aturan main dalam simpul belajar. Misalnya, saling menghormati antar anggota, menjunjung prinsip kesetaraan, menghindari SARA, prinsip netralitas, terlibat aktif dalam simpul belajar dan beberapa hal lainnya.

Workshop diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama dan tindak lanjut untuk merumuskan kegiatan simpul belajar selanjutnya. Sebagai koordinator awal disepakati Muhlis dari Pusaka BLHK akan menjadi koordinator dari sisi CSO, dan Hariyati Andayani dari Bappeda Kabupaten Malang sebagai perwakilan dari pemerintah.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Pray For Indonesia Januari 2021

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Klaten Utara, Klaten  |  17 Jan 2021
  2. Pray For Indonesia From Tangerang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cisauk, Tangerang Kabupaten  |  19 Jan 2021
  3. Meraup Keuntungan dari Bisnis Hidroponik, Mahasiswa KKN UIN Walisongo diberi Bekal dari Petani

    Arini Noor Khasanah  di  Ngaliyan, Semarang Kota  |  14 Jan 2021
  4. PMI Kota Bandung Mengirimkan Relawan Tambahan Ke Bencana Longsor Sumedang

    KSR PMI Kota Bandung  di  Bandung Kota  |  17 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    FGD Prioritasi Advokasi Dana Kelurahan Kota Surakarta

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  15 Jan 2021
  3. 0
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis BLK Sidoarjo

    Gilang H H  di  Surabaya  |  18 Jan 2021
  4. 0
    Komentar

    Urgent, Dibutuhkan Segera Darah Golongan B Plus

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Lamongan, Lamongan  |  23 jam lalu