FKY 2019, Ngangeni, Dik...

66849 medium post 71300 6e40f525 ad67 4299 b7aa f5359af1272b 2019 07 15t17 40 40.236 07 00 66851 medium post 71300 6e271805 8aec 402a 9c3c 4920427f378d 2019 07 15t17 50 35.919 07 00 66852 medium post 71300 0a4a36df fe0d 4e03 bbb3 872b3cebaa05 2019 07 15t17 53 16.336 07 00 66854 medium post 71300 c1d6316e 427b 440b 9f33 77fc8f8e1952 2019 07 15t17 59 56.311 07 00 66856 medium post 71300 81a7c922 6c2d 4cfd 977c ae221b6681b9 2019 07 15t18 03 36.796 07 00
[Bantul] Yogyakarta dianugerahi julukan Kota Budaya sejak dahulu kala. Keramahan dan kebersahajaan masyarakatnya pun sudah tidak diragukan lagi. Ada yang bilang, 'kangen Jogja' selalu ada di benak setiap wisatawan yang pernah datang dan mengenal kota ini, sementara Yogyakarta sendiri selalu setia menunggu orang-orang yang pulang dan berkunjung lagi.
Nah, kebetulan sekali. Tahun ini yang bertepatan dengan bulan Juli, Yogyakarta kembali menggelar FKY atau Festival Kebudayaan Yogyakarta yang mengusung tema Mulanira. Sebelumnya, FKY ini dikenal sebagai Festival Kesenian Yogyakarta. Acara tahunan ini dibuka pada 4 Juli 2019 lalu dengan karnaval Mulanira Malyabhara di Jalan Malioboro. Sementara pasar seni FKY digelar pada 4-21 Juli 2019 mulai pukul 15.00 - 22.00 WIB di area Kampoeng Mataraman yang terletak di Jalan Ring Road Selatan memasuki pedesaan Jl. Glugo No. 93, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Festival ini menampilkan panggung budaya yang mementaskan sejumlah tarian tradisional dan modern, musik dan teater, dan atraksi kebudayaan. Peserta yang pentas tidak hanya berasal dari Yogyakarta, namun juga dari berbagai kota di Indonesia. Salah satunya dari Aceh. Terdapat juga lebih dari 30 stan kuliner yang menjajakan aneka makanan dengan nama yang unik seperti Jamur Skripsi, Tahu Chibi, Es Gandhol. Jajanan pasar khas Yogyakarta juga bisa ditemukan. Pameran produk kreatif atau kerajinan tangan juga turut meramaikan FKY di Kampoeng Mataraman ini. Tidak ketinggalan, Dinas Kebudayaan keempat kabupaten di Yogyakarta sekaligus kota madya juga memiliki stan yang menampilkan produk seni dan budayanya. Di sini, pengunjung benar-benar bebas untuk menonton acara di panggung budaya, menikmati kuliner, atau membeli pernak-pernik kerajinan tangan.
Untuk dapat menikmati kuliner di sini, pengunjung harus membeli atau menukar uang dengan 'kethip' terlebih dahulu di kasir-kasir sekitar stan. Setiap 5 kethip seharga Rp 5.000,-, 10 kethip seharga Rp 10.000,-, dan 20 kethip seharga Rp 20.000,-. Nantinya, kethip ini berfungsi sebagai alat pembayaran kepada penjual.
Sejak dibuka pukul 15.00 WIB, FKY sudah mulai dipenuhi pengunjung, baik dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta. Diselenggarakan di dalam desa, nyatanya tidak melunturkan daya tarik FKY. Selain acaranya sangat istimewa, FKY juga menjadi tujuan wisata budaya tahunan yang selalu membuat kangen atau 'ngangeni'. Festival ini semakin malam akan semakin dipenuhi pengunjung. Nyala lampu-lampu di pintu masuk menjadi tempat bagi pengunjung untuk berburu foto dan mengabadikan momen mereka di FKY.
Di area Kampoeng Mataraman ini juga terdapat kolam yang dipenuhi bunga teratai dan jembatan yang melintang di atasnya. Namun keberadaannya tidak banyak diketahui oleh pengunjung. Selain tertutup oleh stan-stan kuliner dan jembatannya ditutup, kolam ini nampaknya sengaja tidak diberi pencahayaan untuk tetap menjaga tanaman teratainya. Pantas saja, karena menurut kabar, kolam ini pernah rusak sebelumnya.
Rangkaian acara FKY 2019 tidak hanya berupa pasar seni di Kampoeng Mataraman saja, ada beberapa acara yang diselenggarakan di luar. Keseluruhan agenda sudah tertera di papan agenda di dalam Kampoeng Mataraman, jadi pengunjung dapat menentukan sendiri acara yang ingin ditonton atau diikuti. [rh] #AtmaGoEPiQUE
Sudah dilihat 134 kali

Komentar