"FILOSOFI PAKU", K H. ABDUL KARIM

26825 medium tokoh2
Ketika ada santri yang hendak pulang, KH. Abdul Karim pernah berpesan bahwa santri harus bisa jadi paku (kudu iso dadi paku). Pesan ini memiliki makna filosofis yang amat dalam.
Paku merupakan salah satu material penting dalam sebuah bangunan. Menjadi paku itu tidak perlu kelihatan. Bahkan jika ada paku yng menonjol keluar, biasanya langsung dipukul menggunakan martil agar tidak kelihatan. Yang penting paku bisa menghubungkan kayu yang satu dengan yang lain supaya bangunan itu bisa kokoh.
Pada saat rumah sudah jadi dan berdiri dengan megah, biasanya orang-orang hanya mengagumi kekokohan temboknya atau keindahan desain dan warna catnya. Tidak ada yang memuji dan menghargai betapa besar peran paku di dalamnya. Jadi, santri kalau sudah pulang harus benar-benar mengayomi masyarakat. Walaupun perannya tidak diakui oleh masyarkat.

Sumber: Pesan Almaghfurlah KH. ABDUL KARIM
ig.serambilirboyo
@turatslirboyo/ PP.Lirboyo
Sudah dilihat 128 kali

Komentar