Festival Merah Putih Meriahkan Bulan Kemerdekaan di Bogor

68919 medium img 20190801 wa0012
Rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2019 telah dimulai. Gelaran menyambut datangnya bulan kemerdekaan itu dibuka ditandai dengan kegiatan bertajuk Merah Putihkan Lawang Salapan, Rabu (31/7/2019) malam.

Festival Merah putih merupakan ajang tahunan di Bogor. Penyelengaraan tahun ini panitia memerah putihkan Lawang Salapan dan memasang 17.845 umbul-umbul merah putih di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor.

Festival ini juga dimeriahkan rangkaian acara menarik, seperti kirab merah putih raksasa, lomba melukis, lomba fotografi, pameran foto, pameran sketsa, mengarak bendera merah putih raksasa, kuliner, lomba mewarnai, puisi, kemah kebangsaan, jalan santai, fun bike, bazaar hingga lomba ketangkasan baris berbaris.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, Festival Merah Putih hanya ada di Kota Bogor.

"Dengan Festival Merah Putih siapa pun yang datang ke Bogor bisa melihat bahwa bulan Agustus adalah bulannya merah putih di Kota Bogor dan semuanya berjiwa merah putih serta Pancasila,” ujar Bima.

Bima berharap, kegiatan ini bisa menjadi stimulus bagi banyak orang mengenai pentingnya memiliki jiwa nasionalisme.

"Semoga ini bukan hanya sekedar mengibarkan bendera, bukan hanya sekedar merah putih di luar saja. Tapi mudah-mudahan merah putihnya juga di dada, merah putihnya juga ada merasuk dalam jiwa. Mudah-mudahan betul-betul kita merah putih sejati, bukan karena trend bukan karena Festival Merah Putih saja. Mudah-mudahan sepanjang tahun kita semua cinta kepada merah putih,” kata Bima.

Festival Merah Putih merupakan ajang yang sangat luar biasa bagi Bogor sebab, menurut Bima, orang Bogor merupakan keturunan pejuang.

"Lihat saja sosok KH Abdullah Bin Nuh, junjungan kita panutan kita. KH Soleh Iskandar, Kapten Muslihat, Tubagus Muhammad Falak dan lain sebagainya itu merupakan sosok-sosok guru kita yang nasionalis yang memadukan antara kebangsaan dan ke-Islaman,” ungkap Bima.

Dia berharap dengan festival ini dapat mengingatkan warga Bogor bahwa mereka tidak rela Kota Bogor keluar dari takdirnya sebagai kota yang mengusung kebersamaan dalam keberagaman.

“Kita tidak ingin anak-anak muda di Bogor lupa bahwa di Jalan Sudirman itu adalah tempat di gojloknya pemimpin-pemimpin bangsa yang disekolahkan di situ, di tempat yang kita kenal Pusdikzi sekarang. Mari kita ingatkan lagi saudara-saudara kita warga Bogor dan orang-orang lain yang mengunjungi Kota Bogor, bahwa Bogor ada kota Pembela Tanah Air (PETA) di Jalan Sudirman sana pusatnya. Jadi kita menolak untuk biasa-biasa saja, kita ingin luar biasa,” jelasnya.

Sumber : AyoBogor.com
Penulis: Husnul Khatimah
Editor : Ananda Muhammad Firdaus
Sudah dilihat 57 kali

Komentar