Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta

9 October 2019, 15:57 WIB
2 0 328
Gambar untuk Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta
Samigaluh.atmaGo.com

Posisi negara Indonesia dilintasi garis khatulistiwa dengan garis edar matahari yang begitu dekat membuat kualitas vanili Indonesia sangat tinggi. 'Emas hijau' begitulah julukan tanaman yang memiliki nama lain panili atau perneli.

Masyarakat Eropa juga punya julukan khusus untuk vanili Indonesia, 'Java Vanilla Beans'.
Namun produksi vanili Indonesia sempat mandek sekitar tahun 2005 karena harganya jatuh. Banyak petani vanili meninggalkan komoditas ini. Padahal berdasarkan data ekspor, pada tahun 2001, Indonesia pernah menjadi eksportir vanili terbesar dunia.
Nah, lima tahun belakangan, budidaya vanili kembali menggeliat seiring dengan membaiknya harga vanili di pasar internasional. Sebagai gambaran, saat anjlok, harga vanili kering "cuma" dibanderol Rp 2 juta per kilogram. Namun informasi hari ini harga vanili kering mencapai Rp 4,5 juta/kg. Di negara lain seperti Meksiko, Ghana pada saat panen puncak harganya bisa Rp 6,2 juta per kilo.

Seperti diketahui sentra vanili di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Papua. Beberapa tahun terakhir berkembang di Magelang, Purwokerto, Banyuwangi, Temanggung, Malang, Jember, Bondowoso. Di Sumatra dan Bali juga banyak sentra vanili. Sementara di Jogjakarta hanya di wilayah pegunungan menoreh ada namun masih sedikit populasinya. Menurut aturan tanam bahwa tanaman vanilli dalam satu hektare lahan bisa ditanami 2.500-3.000 pohon vanili. Satu pohon bisa menghasilkan 0,3 kg-0,4 kg vanili kering. Banyaknya produksi tergantung perawatan dan cara mengolah vanili pasca panen.

Salah satu petani yang mencoba keberuntungan menanam vanilli ialah Gandung (48th). Ditemui di pekarangan rumahnya saat melakukan proses penyerbukan bunga vanilli. Kaliduren Kebonharjo Samigaluh, Rabu (9/09/2019). Beliau menekuni tanaman ini sejak 4 tahun yang lalu. Pada awalnya dia menanam beberapa batang saja dan saat ini hanya mempunyai 20 batang vanili. Karena menanam vanilli saat ini susah. Tidak semua yang ditanam bisa hidup semua. Ada yang sebelum tumbuh sudah mati. Umumnya daun menjadi layu dan kering. Kalau tidak batang menjadi busuk. Sedangkan waktu yang dibutuhkan dari mulai menanam sampai dengan berbunga menjadi buah sekitar 3 - 4 tahun. Perawatan ekstra dan pupuk yang tepat salah satu faktor keberhasilan tumbuh. Itu belum soal bagaimana agar bisa berbunga.

Saat ini untuk tanaman vanilli memang lagi musim berbunga. Dan agar bunga bisa menjadi buah maka harus dilakukan proses perkawinan/penyerbukan buatan. Proses ini dilakukan pagi atau sore hari. Dan saya hari ini telah memperoleh hasilnya meskipun sedikit, namun setidaknya ini menjadi motivasi saya untuk terus menanam dan mengembangkan kembali budidaya tanaman vanilli.

  Komentar untuk Emas Hijau dari Ujung Barat Jogjakarta

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  2. Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Ibadah

    Hendra Gilang  di  Jakarta Pusat  |  1 Jul 2020
  3. SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  4. Mengenal lebih dekat WARSIMAH GunungKetur Pakualaman di masa Covid-19

    E Ruslan  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  29 Jun 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  2. 1
    Komentar

    kegiatan pagi ini

    AI HARYANTI  di  Baros, Sukabumi Kota  |  28 Jun 2020
  3. 1
    Komentar

    Waspada Jamur Enoki

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Solokan Jeruk, Bandung Kabupaten  |  27 Jun 2020
  4. 1
    Komentar

    Yuk Gunakan Kalkulator COVID19 Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatanmu

    Muh Agung  di  Jakarta Barat  |  30 Jun 2020