Ekonomi Mikro Bertahan, Walau Relawan Pulang.

Header illustration
Ibu Masda, salah seorang penjual pisang goreng yang masih bertahan setelah terkena bencana beberapa waktu yang lalu di kota Palu.

Dua minggu setelah gempa, Ibu masda kembali membuka lapaknya untuk berjualan pisang goreng di depan kantor PMI JL. R.A Kartini.

"Sudah kurang lebih 40 Tahun saya berjualan pisang goreng, awalnya sayabberjualan di jalan rajawali, tetapi sempat terhenti karena bencana kemarin, namun 2 minggu kemudian sy kembali buka di sini (depan PMI)", tutur Ibu Masda menambahkan.

Menurutnya, berjualan pisang goreng lebih mudah dilakoninya, sebap dengan sedikit keterampilan, modal kecil dan pembeli yang lumayan banyak, dia bisa menghidupi keluarga dan saudara-saudaranya.

"Sewaktu Relawan masih banyak di halaman PMI, saya dalam sehari bisa menghabiskan 12 s/d 14 tandan pisang sepatu mengkal. Namun setelah relawan sudah pulang, sehari hanya bisa menghabiskan 8 s/d 9 tandan pisang. Itu masih terhitung untung juga buat kami", ujar Ibu Masda.

Masih banyaknya pusat perbelanjaan besar di palu yang belum beroperasi, sedikit banyak dapat menyebapkan indikator pertumbuhan ekonomi melambat. Namun hal itu tersebut tidak berpengaruh pada pelaku usaha ekonomi mikro yang dapat terus berproduksi untuk mendukung pembangunan kembali Kota Palu.
Sudah dilihat 42 kali

Komentar