Dua Gempa dalam Sepekan, Alat Pendeteksi Dini Tsunami di Malang Rusak

50766 medium bb897d6a 0f32 411e b628 921e286aad78
Dalam sepekan terakhir wilayah Kabupaten Malang sudah diguncang gempa bumi sebanyak dua kali. Magnitudo gempa masing-masing 5,0 dan 5,9 skala richter (SR).

Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/2/2019). Empat hari berselang atau tepatnya Selasa (19/2/2019), gempa dengan magnitudo sedikit lebih kuat terjadi.

Melihat seringkalinya wilayah Kabupaten Malang diguncang gempa, peran alat pendeteksi dini sangat dibutuhkan. Hal itu sebagai alarm penanda timbul atau tidaknya tsunami.

Sebenarnya, di Kabupaten Malang sudah ada alat pendeteksi dini itu. Alat itu milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang berada di pantai Tamban.

Namun, dituturkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, alat tersebut saat ini kondisinya rusak.

“Kondisinya rusak dan tidak berfungsi, ya memang dilematis. Kalau diperbaiki juga kan membutuhkan biaya besar. Sementara kita tidak punya sendiri,” ucap mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang ini.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengakui jika di pesisir wilayahnya harus dipasang alat pendeteksi dini sebagai langkah antisipatif terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk menunjang kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Selatan. Stakeholder terkait semoga bisa segera merealisasikan keterbutuhan alat tersebut,” terang pria yang akrab disapa Walet ini. (Dhi/end)

Sumber: https://malangtoday.net/malang-raya/kabupaten-malang/dua-gempa-dalam-sepekan-alat-pendeteksi-dini-tsunami-di-malang-rusak/
Sudah dilihat 72 kali

Komentar