DPUPR Lirik Metode Konstruksi Jembatan Lingkaran

44252 medium 28122018%281%29
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menyebut, konstruksi jembatan lingkaran maupun setengah lingkaran memiliki spesifikasi yang sederhana namun kokoh. DPUPR juga mulai melirik konstruksi tersebut untuk dasar pembangunan jembatan di Kota Depok.

“Tahun 2017 kami sudah menerapkan konstruksi jembatan lingkaran penuh di wilayah Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung. Setelah dipraktekan, sampai saat ini jembatan tersebut tetap kuat dan kokoh meski dilewati kendaraan seperti truk,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Manto, di ruang kerjanya, Jumat (28/12/18).

Dikatakannya, selain kuat dan kokoh, pembangunan jembatan tersebut relatif terjangkau. Selain itu, durasi pekerjaan hanya satu bulan, berbeda dengan jembatan yang dibangun pada umumnya dan memakan waktu hingga tiga bulan. Namun dalam pengerjaannya, konstruksi jembatan setengah lingkaran atau lingkaran baja bergelombang ini, hanya dapat dibangun pada jembatan yang berdiameter terbatas.

“Hanya beberapa kontur tanah yang memungkinkan, yang bisa dibangun jembatan menggunakan konstruksi ini. Seperti kontur tanah harus datar, dengan diameter yang terbatas, kira-kira lima sampai 10 meter,” ucapnya.

Ke depan, kata Manto, pembangunan jembatan yang disosialisasikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Republik Indonesia, Dirjen Jasa konstruksi tersebut, bisa diaplikasikan untuk pembangunan jembatan pada tahun anggaran 2019 mendatang.

“Nantinya kami akan petakan dulu, mana wilayah yang bisa dibangun jembatan lingkaran tersebut. Tahun 2019, ada kemungkinan kita menggunakan konstruksi yang cepat dan efisien seperti ini,” pungkasnya.

sumber: pemkot Depok
foto: pemkot Depok
Sudah dilihat 22 kali

Komentar