DP3AKKB Provinsi Banten ajak warga bekerja sama dalam penanganan anak berkebutuhan khusus

66200 medium post 70821 f3548eac d9fc 4326 a5a2 96879a509808 2019 07 10t10 28 09.986 07 00
Dalam rangka pemahaman tekhnis masalah penyimpangan tumbuh kembang terhadap Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Menyelenggarakan Kegiatan Diseminasi Intervensi Dan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bagi Kelompok Masyarakat, pada tanggal 9 Juli 2019 di Gedung SKP Terpadu, dihadiri oleh orang tua ABK, Kader ABK, Kader PATBM, perwakilan SKH dan pemerintah Desa/Kelurahan, sebagai pilot project terwujudnya Rehabilitasi Berbasis Masyarakat.
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.
Dra. Hj. Siti Ma'ani Nina M.Si. yang Akrap di panggil Ibu Nina Selaku Kepala DP3AKKB Provinsi Banten pada kegiatan Menyampaikan bahwa "anak berkebutuhan khusus merupakan masalah yang cukup berat dan menyeluruh. Mengingat banyaknya jenis anak berkebutuhan khusus yang masing-masing memiliki permasalahan berbeda-beda, sehingga dibutuhkan penanganan yang berbeda-beda pula. Jika anak berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian tersendiri dan penanganan yang tepat maka kita akan dapat menemukan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki, sehingga dapat hidup lebih mandiri. Namun sebaliknya, jika anak berkebutuhan khusus tidak ditangani dengan tepat akan berdampak dengan semakin bergantungnya anak kepada orang didekatnya dan bakatnya akan semakin tenggelam".
Narasumber dari Yayasan Anak Mandiri ( YAM) dan Forum Komunikasi Keluarga Dengan Kedisabilitasan (FKKDAK) mengatakan bahwa, "Masyarakat harus bisa berkerja sama dengan Dinas terkait dalam penanganan Anak berkebutuhan khusus, Mengingat persoalan tersebut bukan hanya persolaan orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus, namun harus di tangani bersama sama sebagai masyarakat yang di daerah nya terdapat Anak berkebutuhan khusus".
Dengan adanya kegiatan tersebut Ir. Hj. Ernimiwati M.Si. selaku Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak mengaharapkan " Kepada sejumlah mahasiswa, masyarakat serta dinas-dinas terkait yang hadir dalam kegiatan tersebut bisa mengedukasikan kepada masyarakat dalam pemahaman dan penanganan anak berkebutuhan khusus, agar persoalan anak berkebutuhan khusus bisa di tangani dengan tepat di lapisan masyarakat Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Provinsi Banten, Demi terwujud nya Provinsi ramah Anak dan ramah Anak berkebutuhan khusus". #atmaGo_Banten
Sudah dilihat 181 kali

Komentar