Dorong Ranperda Kesejahteraan Sosial, Madewa-UB-Dinsos Lakukan Kajian

63714 medium img 20190614 132240
(Kamis, 13 Juni 2019)
Madewa bekerjasama dengan Fisip UB melaksanakan pelatihan RIA (Regulatory Impact Assessment) yang diikuti oleh pegiat Madewa + jejaring mitra dari ormas & dinsos.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pegiat sosial kemasyarakatan jejaring Madewa + mitranya, khususnya di wilayah kabupaten Malang.

Tujuan pelatihan RIA: memberikan bekal pengetahuan + keterampilan analisis rancangan kebijakan publik (baca: perda) sehingga bisa mendorong terbitnya "smart regulations" terutama yang berkaitan dgn pelayanan publik.

Output pelatihan: peserta bisa mendorong terbitnya peraturan yang;
1) bukan sekedar menjalankan peraturan diatasnya.
2) bukan sekedar alat kontrol.
3) bukan dibuat utk kepentingan pembuat peraturan.
4) berorientasi menyelesaikan masalah publik.
5) mampu menekan biaya & risiko (low cost, low risk).

Sebagai bahan kajian/analisis adalah ranperda Kesejahteraan Sosial kab Malang 2019.

Harapannya, hasil pelatihan RIA menjadi masukan yang konstruktif bagi proses penataan kesejahteraan sosial di Kabupaten Malang,” kata Ketua Malang Development Watch (MaDeWa), Achmad Wazir Wicaksono. Jaminan pemenuhan kesejahteraan sosial bagi warga masyarakat Kabupaten Malang terus dimatangkan.

Sesuai draft ranperda Kesejahteraan Sosial pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

Layanan terpadu ini untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial yang nantinya akan diatur kembali melalui Perbup SLRT.

Kegiatan pelatihan RIA ini sendiri diikuti setidaknya 32 peserta dari berbagai unsur, diantaranya pegiat LSM/NGO termasuk anggota Malang Development Watch (MADEWA), KKK, YSI, Pattiro Malang, WCC Dian Mutiara, unsur Pendamping Desa, Pendamping PKH, PMII, Fatayat, Ansor Institute, dan Lakpesdam NU dan unsur Dinas Sosial.

Demikian diinfokan.
Sudah dilihat 81 kali

Komentar