DKP Sulteng Berdayakan Penyintas Melalui Budidaya Ikan Air Tawar

65661 medium f4uknst4as7rmgv9qf5i
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, salah satu sentra produksi budidaya ikan air tawar yang terdampak parah akibat bencana 28 September 2018. Sebagian kolam ikan di wilayah itu kering karena permukaan air tanah (water table) turun.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat inovasi kolam percontohan hemat air, yaitu dengan membuat kolam tanah yang dilapisi plastik di atasnya dilengkapi kincir mini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Hasanuddin Atjo, Jumat (5/7) mengatakan, intervensi inovasi teknologi kolam percontohan ini diharap bisa kembali meningkatkan produksi dan ketersediaan ikan hasil budidaya air tawar di Kabupaten Sigi, sekaligus meningkatkan pendapatan petambak.

Hasanuddin Atjo mengatakan, kolam percontohan serupa akan dibuat di hunian tetap atau huntap para penyintas korban bencana 28 September 2018. Pada tahap awal ini katanya, ada 3 kelompok yang akan disiapkan untuk dibina, dengan harapan nantinya mereka akan membudidayakan ikan nila dan mas. Namun untuk langkah awal ini lebih difokuskan pada pengembangan budidaya ikan Nila karena penggemar ikan jenis ini dianggap lebih banyak.

“Kolamnya sudah ada, tinggal dirapikan kemudian dilapisi terpal orchid (ex Korea). Daya tahan terpal ini 3 hingga 4 tahun,” ujarnya.

Kepada PaluPoso, Hasanuddin Atjo menunjukkan kolam percontohan tersebut yang menggunakan kincir mini. Harapannya, pertama masyarakat lainnya bisa melihat dan belajar. Kedua, program bantuan lainnya bisa mencontoh, dan ketiga, lembaga keuangan dapat mempertimbangkan sebagai peluang bisnis pascabencana.

Sumber : Paluposo
Sudah dilihat 38 kali

Komentar