DKI Perketat Pengawasan Panganan Berbahaya

Warga AtmaGo  di  Gambir, Jakarta Pusat
24 March 2016, 07:38 WIB
46 1 116
Gambar untuk DKI Perketat Pengawasan Panganan Berbahaya
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi  112
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperketat pengawasan pangan di pasaran. Hingga akhir Maret, Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta telah melakukan pengawasan pangan ke 60 pasar tradisional.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, dari seluruh pasar tradisional di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap 126 pasar yang menjual panganan segar. Selain itu, pengawasan juga akan dilakukan terhadap lima sentra perikanan di Jakarta.

"Sisanya akan kita lakukan pengawasan ke swalayan dan sumpermarket. Masing-masing lokasi akan dilakukan sebanyak lima kali," ujarnya, Rabu (23/3).

Dari pengawasan yang sudah dilakukan ke 60 pasar, sebanyak 3.790 sampel dikumpulkan. Hasilnya, sebanyak 109 sampel yang terdiri dari tahu, jambal roti, udang tambak, ikan terisi, cumi asin, kakap, jambal, kembung banjar, tuna, cucut, dan cumi segar mengandung zat berbahaya.

"Kiosnya kita pasangi stiker dan pedagang kita beri peringatan. Kalau kedapatan lagi, kita sudah sepakat dengan PD Pasar Jaya untuk mengeluarkan pedagang dari pasar," tegasnya.

Selain tim yang dibentuk oleh pihaknya, Sri mengakui pihak PD Pasar Jaya juga sudah membentuk tim tersendiri untuk melakukan pengawasan. Sehingga, secara rutin diluar tim-nya, tim PD Pasar Jaya akan melakukan pengawasan pangan di masing-masing pasar yang sudah ditentukan.

  1 Komentar untuk DKI Perketat Pengawasan Panganan Berbahaya

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar