Ditutupnya Kampoeng Rawa, Kepala Desa Bejalen Merasa Prihatin

23977 medium 20180416 124857
penutupan wisata apung Kampoeng Rawa oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, Senin 16 April 201, membuat kaget masyarakat Ambarawa dan sekitarnya. Hal ini banyak diperbincangkan, karena telah lama beroperasi, mengapa baru bulan April 2018 ini ditutup secara resmi. Bahkan, tidak sedikit warga yang bergumam “ada apa sebenarnya..?”.

Kepala Desa (Kades) Bejalen, Nowo menyatakan, bahwa pihaknya mengaku prihatin dengan penutupan Kampoeng Rawa ini. Padahal, kalau boleh terbuka wisata apung Kampoeng Rawa ini telah menguntungkan semua pihak. Diakuinya, memang hingga kini belum memiliki ijin secara resmi (legal), namun karena aturan itu yang membuat manusia maka harapannya akan segera mendapat aturan yang legal.

“Mengingat aturan itu yang membuat manusia, kami sangat berharap ijin secara legal untuk Kampoeng Rawa ini dapat kita peroleh. Memang, kami juga sadar jika wisata apung Kampoeng Rawa ini belum memiliki ijin resmi. Namun, semua itu membutuhkan proses. Dan sekali lagi, kami sangat prihatin akan penutupan ini dan yang dirugikan bukan hanya manajemen namun ratusan karyawan disini serta masyarakat.
Sementara, sejumlah pengunjung yang sempat masuk Kampoeng Rawa sekedar untuk jalan-jalan dan mengetahui penutupan ini, mengaku prihatin juga dan menyayangkan langkah nyata Pemkab Semarang ini. Mengapa jika memang tidak memiliki ijin resmi, diijinkan hingga berjalan enam tahun lamanya. Ini sangat aneh dan mengapa tidak sejak awal dihentikan operasionalnya.

Komentar